KabarSelayar.id — Bakti sosial khitanan massal gratis dilakukan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kepulauan Selayar bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1443 H/ 2022 M.
Penyelenggaraan Khitanan massal gratis di Kabupaten Kepulauan Selayar tercatat ada 14 (empat belas) titik diantaranya, 9 titik berada di daratan Selayar yang dipusatkan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDA) Kota Benteng Selayar dan 5 titik dilaksanakan di wilayah Kepulauan Selayar.
Kecamatan Pasilambena merupakan wilayah kecamatan terjauh dari daratan Selayar, PC Muhammadiyah Pasilambena bersama UPT Puskesmas Pasilambena bekerjasama menyukseskan kegiatan khitanan massal secara gratis dimulai pada pukul 09.00 Wita, Senin, (11/07).
PC Muhammadiyah Pasilambena, Andi Marzuki menyebutkan, pelaksanaan sunatan massal bertempat di UPT Puskesmas Pasilambena dengan dua orang petugas kesehatan yang bertindak sebagai penyunat dr. Ashar dan Muhammad Ali, AMK serta dibantu oleh 8 orang perawat yakni: Rostina, A.Md.Kep, Widayanti, AMK, Juliati, A.Md.Kep, Siti Nur Alima, A.Md.Kep, Hasbi Story, A.Md.Kep, Lis Dahlia, S.Kep dan Sumarni, A.Md.Kep.
"Mengenai peserta sunatan di Kecamatan Pasilambena sendiri ada 19 anak yang datang dari 4 desa diantaranya, 13 Orang dari Desa Kalaotoa, 3 orang dari Desa Garaupa, 2 orang dari Garaupa Raya dan Desa Lembang Matene hanya 1 Orang," ungkap Andi Marzuki
Pelaksanaan bakti sosial sunatan massal berjalan dengan baik dan lancar, namun warga berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan setiap tahunnya.
"Sebagai warga Muhammadiyah, saya berharap kegiatan seperti ini seharusnya dilaksanakan setiap tahunnya, karena bagi keluarga yang kurang mampu merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini," harap Andi Marzuki mewakili aspirasi masyarakat Pasilambena.
Andi Marzuki juga menambahkan bahwa, masyarakat Pasilambena pada umumnya merespon sangatlah dan sangat antusias dalam penyelenggaraan sunatan massal yang dilakukan oleh Muhammadiyah Kepulauan Selayar secara gratis.
"Sebenarnya banyak orang tua yang mau mengikutkan anaknya tetapi pelaksanaan kali ini dibatasi karena kurangnya persiapan disebabkan keterlambatan informasi yang kami dapat. Dari Pulo Madu dan Karumpa juga ada yang mau ikut tetapi terkendala di akomodasi sehingga kami tidak mampu untuk memfasilitasinya," tutupnya.













