KABARBUGIS.ID – Kelompok Tani Sipakainge Dusun Hilalang, Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai panen raya kedelai. Tanaman Kedelai merupakan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Lamatti Riaja.
Panen raya perdana kedelai ini mendapat apresiasi dari Pemkab Sinjai. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sinjai melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar.
Ilham Abubakar mengapresiasi atas keberanian pemerintah desa membuat terobosan dalam mengembangkan tanaman kedelai serta hasil produksi cukup besar. Diharapkan ini jadi contoh bagi desa lain.
“Kami sangat salut dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan, desa dan petani kita yang sudah mengembangkan kedelai. Apalagi hasil produksinya cukup besar dan menjanjikan," kata Ilham saat menghadiri panen raya itu, Selasa (4/10).
Dirinya juga menyampaikan selain mengembangkan tanaman pangan seperti Padi dan Jagung. Kabupaten Sinjai juga cocok mengembangkan tanaman kedelai karena merupakan bahan dasar tempe dan tahu sebagai salah satu makanan favorit masyarakat.
"Komoditi ini sangat dibutuhkan sekali karena makanan tempe dan tahu masih menjadi kesukaan masyarakat kita. Disisi lain kebutuhan produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan bahan baku tersebut sehingga kita masih melakukan impor," ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai, Kamaruddin mengatakan bahwa hasil produksi tanaman kedelai di lahan seluas satu hektare mencapai 1,6 ton, hal tersebut melampaui produksi rata-rata nasional sebesar 1,5 ton pengukuran secara umbian.
“Apa yang dihasilkan petani kedelai sudah luar biasa karena hasilnya melampaui dari produksi rata-rata nasional. Mudah-mudahan program ini bisa berlanjut sehingga Kecamatan Bulupoddo ini bisa memenuhi bahan baku dari beberapa perusahan pembuatan tempe dan tahu yang ada di Sinjai ini,” ucapnya.
Diketahui, budidaya tanaman kedelai saat ini dikembangkan di dua desa yakni Lamatti Riaja dan Lamatti Riattang, program tersebut sebagai salah satu dukungan terhadap program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan serta komoditi kedelai termasuk program utama Kementerian Pertanian yang dikembangkan saat ini.














