KabarMakassar.com — Komunitas Earth Hour (EH) Makassar berkolaborasi bersama tamanisasi menggelar kegiatan bertajuk “Mari BERKETAN (Belajar di Kelas Bertani)” di Kawasan Lorong Wisata Bangsal Esbjeng, Jl. Batu putih Kota Makassar, Minggu, (27/11).
Kegiatan tersebut didukung oleh Pemerintah Kota Makassar dan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada tanggal 28 November 2021.
Koordinator Kota Earth Hour Makassar, Muh.Iqbal Aswis menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk turut andil berkontribusi dalam masyarakat khususnya dalam sektor pertanian.
“Tujuan memperingati hari menanam untuk masyarakat yaitu agar masyarakat termotivasi untuk bertani yang dimulai dari lorong karena bisa meningkatkan ekonomi pasca covid dan mendukung program pemerintah serta kita bisa sharing dan tau kondisi apa yg dialami dan apa kendala masyarakat dalam menjalankan program ini, karena potensinya sangat besar dalam hal percepatan dalam peningkatan ekonomi yang juga di mulai dari lorong khusunya dari sektor pertanian," jelasnya.
Ia menambahkan, agar masyarakat bisa melanjutkan kegiatan bertani ini dan dapat memperoleh keuntungan, pihaknya juga melakukan sharing dengan warga sekitar.
“Kita sharing berbagi ilmu sama masyarakat dan juga kalau bicara tentang ekonomi itu karena ada hasil dari penanamanya seperti lombok ada juga eskrim pakcoy yang bisa menjadi rupiah semoga masyarakat yang telah hadir bisa melanjutkan kegiatan bertani dan terapkan apa yg telah kita sharing/bagikan," tuturnya.
Senada dengan hal tersebut. dr. Udin Saputra dalam sambutannya menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini dapat mendorong pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) skala kecil sebaik mungkin.
“Banyak tanaman di lorong tapi tidak bisa diserap, banyak bunga tapi tidak bisa dibeli, padahal Makassar mau pembangunan taman tapi kendala opsinya cuma dari Malino dan seterusnya oleh karenya alangkah baiknya kalau kita yang bercocok taman,” ucapnya.
Selaras dengan hal tersebut, Zulkifli sebagai Direktur Tamanisasi juga menambahkan, kegiatan ini untuk menstimulus masyarakat yang ada agar lebih produktif.
“Bagaimana kita membangun budaya masyarakat perkotaan Makassar yang hal ini dapat menjadi stimulus bertani agar dapat memproduksi kebutuhan pangan bagi masing-masing," pungkasnya.














