KabarMakassar.com — Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), bersama BPJS Kesehatan RI, dan Masika ICMI Sulawesi Selatan menggelar seminar Nasional Merdeka "Menilik Arah Kebijakan Pemerintah dan Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional", Minggu, (21/08).
Hadir dalam kegiatan ini sebagai keynote speaker Rektor ITB Nobel Indonesia, H. Badaruddin.
Dalam orasi ilmiah yang dibawakan oleh Rektor ITB Nobel, ia mengatakan 4 unsur penting dalam memaksimalkan Pelayanan yaitu Quality, Cost, Delivery, dan Flexibility.
"Ini sangat relevan dalam pengimplementasian dari BPJS Kesehatan itu sendiri sebagai Badan Penyelenggara demi meningkatkan kinerja dari BPJS Kesehatan," ungkapnya.
Turut hadir sebagai pemateri Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan RI, Prof. dr. Abdul Kadir; Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan RI, dan Ketua Masika Icmi Sulawesi Selatan, dr. Andi Alfian Zainuddin.
Materi yang dibawakan oleh Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan RI adalah Pola dan Implementasi Pengawasan terhadap Efektivitas Program JKN.
Kemudian dilanjutkan oleh Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan RI dr. Andi Afdal, dengan materi Telaah Roadmap program BPJS Kesehatan RI.
Materi terakhir dari Ketua Masika Icmi Sulsel dengan tajuk Kajian Diskursus Urgensi Jaminan Kesehatan demi tercapainya masyarakat Adil dan Makmur.
Ketua Umum Badko HMI Sulselbar, Andi Ikram Rifqi mengatakan, kegiatan seminar nasional ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT kemerdekanaan RI.
"Kegiatan seminar Nasional ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI dan Menilik Kebijakan Pemerintah terkait JKN serta bagaimana Implementasi dari JKN itu sendiri," ungkapnya.
Menurutnya ada beberapa isu yang dijadikan sebagai bahan diskusi. "Diantaranya pemisahan Jaminan Persalinan dari tanggungan BPJS Kesehatan berdasarkan Inpres No. 5 Tahun 2022 serta peniadaan kelas di RS untuk BPJS," ucap Ketua Umum Badko HMI Sulselbar.














