kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pengusaha Kalimantan Abdul Haris Bidik Pilkades Jombe Jeneponto 2027

Pengusaha Kalimantan Abdul Haris Bidik Pilkades Jombe Jeneponto 2027
Pengusaha muda asal rantau Kalimantan, Abdul Haris Daeng Lalang. (Dok; Ist)

KabarMakassar.com — Bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, untuk tahun 2027 mulai menghangat. Salah satunya pemilhan Kepala Desa Jombe, Kecamatan Turatea.

Dalam pemilihan tersebut, nama pengusaha muda asal rantau Kalimantan, Abdul Haris Daeng Lalang, kini ramai diperbincangkan warga.

Pria yang akrab disapa Daeng Lalang ini santer dikabarkan siap maju bertarung. Ia berkomitmen mewakafkan dirinya untuk memperbaiki kampung halaman melalui pembenahan sektor tani, infrastruktur, dan lapangan kerja pemuda.

“Tentunya poin utama untuk memperbaiki kampung lebih baik kedepannya. Masyarakat dapat meningkatkan taraf kehidupan. Pemerintahan di Desa yang transparansi dan melayani warga,” kata Abdul Haris saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Sabtu (16/5).

Desa Jombe dikenal sebagai wilayah yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dinilai oleh Haris sebagai kunci utama mendongkrak ekonomi warga adalah kepastian sarana infrastruktur pertanian.

“Di sektor pertanian itu kita sudah tau bahwa, Desa Jombe itu mayoritas masyarakatnya bekerja di pertanian, sehingga bagaimana kita ini dapat membuat mereka bekerja dengan adanya sumber yang ada, didalam ada sumber air yang pasti dan infrastrukturnya,” jelas Haris.

“Sehingga masyarakat Jombe ini dapat meningkatkan penghasilan dengan hasilnya pertanian dua kali setahun,” sambung pengusaha muda ini.

Jiwa sosial Haris di mata warga lokal memang dinilai cukup menonjol. Meski sukses berbisnis supplier di Kalimantan, ia kerap memfasilitasi pemuda asal desanya yang menganggur untuk bekerja di perusahaannya, bahkan hingga urusan akomodasi penjemputan.

“Ini tanpa alasan ya, ini yang saya lakukan untuk meringankan beban orang tua masyarakat, pemuda untuk bekerja bersama, sehingga cara ini mampu mengurangi pengangguran di kampung, agar mereka ini dapat berpenghasilan membantu beban keseharian orang tuanya,” pungkasnya.

Haris mengaku keputusannya memantapkan diri menatap Pilkades Jombe 2026-2027 bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan karena besarnya desakan dari arus bawah, mulai dari tokoh pemuda hingga tokoh agama setempat.

“Saya tidak menawar, tapi masyarakat meminta dan butuh untuk di bantu, Insya Allah, kalau itu ada dan demi kebaikan masyarakat itu pasti saya akan berada di tengah mereka baik infrastruktur dan sosial kebutuhan lainya,” sebut dia.

Dukungan tersebut yang akhirnya memicu optimisme Haris untuk mematangkan niatnya bertarung di sisa waktu satu tahun menjelang hari pencoblosan nanti.

“Ada harapan, dorongan dan komintmen bagaimana kita mampu membuat silaturahmi kesejahteraan masyarakat Desa Jombe lebih baik kedepannya. Bismillah, Tentu antusiasnya itu membuat saya siap berniat maju,” tutup Haris.

error: Content is protected !!