KabarMakassar.com — Cacar Monye atau biasa juga disebut dengan Monkeypox, kian meresahkan. Pasalnya penyakit ini disebabkan oleh virus langka dari hewan (virus zoonosis).
Berdasarkan hasil penelitian, monyet merupakan inang utama dari virus zoonosis.
Virus cacar monyet berasal dari genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Virus yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus meliputi virus variola penyebab cacar (smallpox), virus vaccinia (yang digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.
Sebagian besar kasus cacar monyet yang dialami manusia disebabkan oleh penularan dari hewan.
Dilansir dari Hello Sehat, kasus pertama penularan virus ini ke manusia terjadi di Kango, Afrika Selatan pada 1970 lalu.
Mengutip dari Kata Data, Cacar Monyet telah tersebar di 29 negara dengan kasus tercatat sebanyak 1200.
Hingga Juni, Inggris menjadi negara non endemik dengan kasus cacar monyet terbanyak yakni 321 kasus.
Disusul oleh dua negara di Semenanjung Iberia yakni Spanyol dengan 198 kasus dan Portugal 191 pasien positif.
Sementara negara terdekat dari Indonesia yang telah melaporkan adanya kasus cacar monyet yaitu Australia dengan jumlah kasus sebanyak 6 pasien. Kendati demikian, sampai saat ini belum ditemukan kasus tersebut di Indonesia.
Cara Penularan
Penularan penyakit cacar monyet pada manusia dapat terjadi melalui kontak langsung melalui luka terbuka di kulit, cairan tubuh, dropler (percikan air liur) yang dikeluarkan saat bersin ataupu batuk, serta menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus tersebut. Virus ini juga dapat berpindah dari tubuh ibu hamil ke dalam janin melalui plasenta.
Sementara penularan virus cacar monyet dari hewan ke manusia menurut CDC, bisa terjadi melalui gigitan hewan, kontak langsung dengan cairan atau lesi kulit hewan atau kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus.
Gejala cacar monyet
Gejala cacar monnyet akan dirasakan setelah 6-16 hari setelah terpapar. Masa inkubasi virus cacar monyet bisa berkisar antara 6-13 hari. Namun, bisa juga terjadi dalam rentang yang lebih panjang, yakni 5-21 hari.
Gejala awal penyakit ini sama dengan cacar air yang disebabkan infeksi virus, yaitu memunculkan gejala mirip penyakit flu.
Gejala penyakit ini secara umum mirip dengan penyakit cacar (smallpox), seperti demam dan ruam kulit yang melepuh menjadi lenting. Namun, gejala juga diiringi dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak.
Namun, selama tidak memunculkan gejala seseorang tetap bisa menularkan virus cacar monyet kepada orang lain.
Cacar monyet dapat menjangkiti semua kalangan baik bayi, balita, anak-anak, remaja hingga dewasa. Oleh karena itu, jika Anda merasa melakukan kontak dengan seseorang atau hewan liar yang terinfeksi monkeypox, segera konsultasikan ke dokter. Terlebih jika Anda baru saja melakukan perjalanan ke daerah di mana wabah ini berasal.














