KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menanggapi perihal proyek Smart Toilet yang diduga bermasalah akibat sejumlah toilet tidak berfungsi maksimal bahkan dialihfungsikan.
Danny menyebut pembangunan smart toilet tahun 2018 bukan termasuk urusannya sebab dibangun bukan di zaman ia menjabat.
"Smart toilet itu bukan di zaman saya, 2018 itu saya cuti, saya tidak urus itu barang," ungkapnya pasca menghadiri Konferensi Pers Terkait Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api Maros-Makassar di Kantor DPRD Makassar, Senin (18/07).
Pihaknya menjelaskan proyek pembangunan Smart Toilet yang menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) tersebut tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar sehingga tidak termasuk dalam rencana strategis Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
"Kedua, Smart Toilet itu tidak masuk dalam RPJMD. Jadi kalau ada yang bilang itu program strategis saya, itu pasti fitnah," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin menyebut proyek Smart Toilet merupakan tanggungjawab Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Pihaknya mengaku telah memenuhi panggilan kejaksaan untuk memberikan keterangan sebagai saksi.
"Jadi proyek ini tidak ada hubungannya dengan program pak walikota. Darip perencanaan sampai pelaksanaan teknik di lapangan semua tanggung jawab Dinas Pendidikan Kota Makassar," ungkapnya saat dikonfirmasi.
Muhyiddin menjelaskan pihaknya kooperatif dan mendukung sepenuhnya langkah Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan terkait proyek Smart Toilet tersebut.
"Kami selalu kooperatif dan sepenuhnya mendukung dan menghargai proses hukum yang berjalan saat ini," pungkasnya.














