KABARBUGIS.ID – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi ternak mulai terdeteksi di pulau Jawa dan Aceh sejak Juni lalu dan dikonfirmasi terdeteksi di Sulawesi Selatan mulai Juli.
Hingga saat ini, PMK sudah terdeteksi di beberapa Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan termasuk beberapa daerah perbatasan langsung ke Kabupaten Sinjai.
Berdasarkan keterangan dari Kabid keswan dan kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, Mappamancu, pihaknya hingga saat ini memberikan perhatian serius terhadap kasus PMK, mengingat beberapa perbatasan ke Kab. Sinjai sudah terdeteksi, seperti Kab. Bone yang berbatasan langsung dengan Kec. Sinjai Utara, Kab. Gowa berbatasan dengan Kec. Sinjai barat, dan Bantaeng.
"yang perlu kami sampaikan bahwa saat ini PMK itu bukan hanya di Bone, akan tetapi hampir seluruh wilayah yang berbatasan langsung dengan Kab. Sinjai, jadi setiap perbatasan yang masuk wilayah sinjai sekarang kami waspadai sebagai daerah yang memungkinkan masuknya PMK di Sinjai," terangnya kepada Tim KabarBugis, Selasa (19/7).
Adapun langkah strategis mencegah penularan PMK ke Sinjai, DPKH Sinjai telah melakukan berbagai upaya, seperti menjalin dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Kab. Gowa, Kab. Bone dan Bantaeng. Namun terkhusus untuk daerah Bantaeng, DPKH Sinjai lebih memperkuat komunikasi dengan pihak pemerintah daerah Bulukumba
Selain itu, DPKH juga menghimbau kepada peternak agar rutin melakukan penyemprotan desinfektan di kandang masing-masing.
Lanjut, Mappamancu juga menyampaikan bahwa ia bersyukur karena kab. Sinjai merupakan Limbung Sapi, artinya penerimaan ternak sapi dari daerah lain itu minim.
"satu kesyukuran kita di sinjai karena rata-rata kita itu cuma mengeluarkan karena kita adalah lumbung sapi. Jadi kebanyakan pedagang itu mereka cuma membawa sampah keluar akan tetapi untuk kendaraan kendaraan yang dipakai untuk mengantar apabila ada kepentingan itu kami rutin untuk sosialisasikan dilakukan penyemprotan desinfektan kendaraan," jelasnya.














