KabarMakassar.com — Kuda pada umumnya biasanya menjadi alat transportasi maupun hewan bajak yang sangat digemari hampir seluruh lapisan masyarakat. Namun, berbeda dengan warga di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan yang dikenal dengan sebutan Butta Turatea.
Perlu anda ketahui jika hewan yang dikenal tangguh dan kuat dalam berlari kencang ini menjadi hewan favorit untuk dijadikan menu makanan atau kuliner dengan olahan yang khas Sulawesi Selatan.
Tidak dapat dipungkiri jika banyak orang yang enggan memakan daging kuda dengan alasan tertentu. Tapi, di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, daging kuda merupakan makanan favorit di setiap acara ritual adat, usaha kuliner, pesta pernikahan dan berbagai hajatan lainnya di Jeneponto.
Sebutan daging kuda di Jeneponto atau bahasa lokalnya daging jarang yang unik setelah diolah menjadi “gantala jarang” atau menu masakan kuda khas Jeneponto yang disajikan pada pesta pernikahan, Aqiqah atau pun syukuran. Namun kecuali untuk dijadikan hewan kurban.
Begitu pula di setiap usaha warung makan Coto dan Konro, bahakan adapula warung bakso dengan olahan daging lokal kuda. Hampir semua warung-warung di Jeneponto memakai daging kuda.
Masyarakat Butta Turatea gemar makan daging kuda karena tradisi lama. Konon daging kuda diyakini dapat menambah vitalitas bagi pria, bahkan juga dapat menjadi obat anti infeksi pada luka.
Berikut KabarMakassar.com mengajak anda untuk membaca cara mengolah dalam bentuk masakan serta resep bumbu sederhananya:
Bahan:
– 2 kg Daging Kuda terdiri dari daginya sendiri, kemudian Usus, Hati hingga Otak kuda.
Bumbu:
– 2 batang sereh
– 5 cm laos
– 250 ml Santan
– 10 Bawang merah
– 5 Bawang putih
– Garam secukupnya
– 3 buah Daun salam
– 2 buah Jeruk nipis
– 3 cm jahe, dan
– 5cm lengkuas
Cara Membuat:
– Rebus daging kuda, usus, dan hati. Saat merebus masukkan lengkuas, jahe, dan salam.
– Setelah matang, angkat dan tiriskan bahan tersebut setelah ditiriskan potong jeroan kuda menjadi dadu-dadu kecil.
– Siapkan wajan, kemudian panaskan minyak. Tumis bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan hingga matang dan berbau harum.
– Masukkan bumbu tersebut ke dalam panci yang berisikan daging serta jeroan daging kuda.
– Panasakan sampai mendidih kemudian masukan santan. Diamkan beberapa saat
– Setelah benar-benar matang matikan kompor, coto daging kuda pun siap
dihidangkan, agar lebih nikmat sajikan coto dengan ketupat atau burasa. (Sumber : KabarSelatan.id)














