KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyalurkan bantuan pendidikan bagi anak korban insiden kapal tenggelam di perairan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang terjadi pada Desember 2025 lalu.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.
Bantuan beasiswa pendidikan disalurkan kepada Usaid bin Imran, anak dari almarhum Imran yang menjadi korban dalam kecelakaan kapal tersebut. Imran diketahui merupakan aktivis Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.
Penyerahan bantuan dilakukan di Gowa, Rabu (20/5), melalui Staf Khusus Gubernur Sulsel Achmad Hidayat. Kegiatan tersebut turut didampingi jajaran Dinas Sosial Kabupaten Gowa dan pemerintah setempat.
Pemprov Sulsel menyebut bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan langsung Gubernur Sulsel sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga korban. Pemerintah juga memastikan anak korban tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Alhamdulillah beasiswa ini merupakan bentuk perhatian dan tindak lanjut arahan langsung Bapak Gubernur kepada keluarga korban untuk memastikan anak-anak yang ditinggalkan tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak,” kata Achmad Hidayat.
Beasiswa yang diberikan mencakup pembiayaan pendidikan penuh mulai jenjang sekolah dasar hingga lulus SMA. Bantuan itu berlaku untuk sekolah swasta yang dipilih keluarga penerima.
“Tentu kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta menjadi penyemangat bagi ananda Usaid untuk terus belajar dan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Insiden kapal tenggelam tersebut terjadi saat Kapal Layar Motor (KLM) Fitri Jaya mengangkut bantuan kemanusiaan menuju Pulau Sarappo pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kapal berangkat dari Sungai Pangkajene sekitar pukul 08.45 WITA sebelum mengalami cuaca buruk di perairan terbuka.
Dalam perjalanan, hujan deras disertai angin kencang menghantam kapal sekitar pukul 10.50 WITA. Kondisi cuaca ekstrem membuat kapal oleng dan sulit dikendalikan oleh juragan kapal.
Situasi yang terus memburuk menyebabkan kapal terbalik sekitar pukul 11.00 WITA. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan sempat menyita perhatian publik di Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel juga telah menyerahkan bantuan donasi kepada keluarga atau ahli waris tiga korban kapal tenggelam di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel pada Januari 2026 lalu. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan sosial bagi keluarga korban.















