kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Persoalan Lahan Hambat Pembangunan Koperasi Merah Putih di Sulsel

Persoalan Lahan Hambat Pembangunan Koperasi Merah Putih di Sulsel
Salah satu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Makassar. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengakui persoalan ketersediaan lahan masih menjadi hambatan utama dalam pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di sejumlah daerah. Kendala tersebut terutama ditemukan di wilayah pegunungan dan kepulauan yang memiliki keterbatasan aset tanah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetia, mengatakan progres pembentukan koperasi saat ini masih terus berjalan. Dari target 3.059, baru 206 unit koperasi yang pembangunannya telah rampung 100 persen per 1 Mei 2026.

Menurut Andi Eka, capaian sementara tersebut tetap disyukuri karena menjadi bagian dari target nasional percepatan pembentukan koperasi. Pemerintah pusat juga disebut telah menyiapkan target lanjutan pada Agustus mendatang.

Meski demikian, Andi Eka mengakui terdapat sejumlah hambatan teknis di lapangan yang membuat pembangunan koperasi tidak berjalan seragam di setiap wilayah. Kondisi geografis Sulawesi Selatan disebut menjadi salah satu faktor utama.

“Ada kendala-kendala yang dihadapi. Tentunya kendala utama, karena di Sulsel ini tidak semua seperti Kota Makassar, berbeda-beda tentunya masalahnya,” ujarnya, Rabu (20/05)

Ia menyebut daerah pegunungan mengalami keterbatasan lahan untuk aset pembangunan koperasi. Sementara di wilayah kepulauan, persoalan akses dan kesiapan lokasi juga menjadi tantangan tersendiri.

“Ada di pegunungan yang mana lahan tanah saja untuk aset pembangunan itu sangat-sangat minim, atau di pulau,” lanjutnya.

Menurut Andi Eka, berbagai kendala tersebut telah dilaporkan kepada Satgas Pusat untuk dicarikan solusi bersama. Koordinasi dengan pemerintah pusat disebut terus dilakukan agar target pembentukan koperasi dapat tercapai sepenuhnya.

“Inilah yang menjadi laporan kami ke tim Satgas Pusat, dan dikomunikasikan kendala-kendala hambatan sehingga nantinya seluruh 3.059 Koperasi Desa maupun Kelurahan akan dicapai 100%,” katanya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga diminta mempercepat operasionalisasi koperasi yang telah terbentuk. Arahan tersebut, kata Andi Eka, menjadi salah satu catatan Presiden dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih.

Ia menambahkan, pemerintah pusat saat ini juga menyiapkan dukungan lanjutan melalui kemitraan dengan BUMN dan sektor usaha lainnya. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu koperasi desa dan kelurahan berkembang secara berkelanjutan.

“Tentunya seperti kemitraan BUMN maupun sektor-sektor usaha lainnya untuk bagaimana bisa bermitra dengan Koperasi Kelurahan dan Desa Merah Putih,” jelas Andi Eka.

error: Content is protected !!