KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) versi Fadel Muhammad Tauphan Anshar mulai mengaktifkan sekretariat barunya di Jalan Baji Areng, Kecamatan Mamajang, Makassar, Selasa (05/05).
Diketahui, Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Vonny Ameliani Suardi, juga mengklaim diri menjadi ketua KNPI Sulsel.
Kehadiran sekretariat tersebut disebut menjadi langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi kepemudaan di Sulsel.
Soft launching sekretariat itu dihadiri jajaran pengurus KNPI Sulsel, mulai dari sekretaris, wakil ketua hingga para koordinator bidang. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat komunikasi internal organisasi.
Ketua KNPI Sulsel, Fadel Muhammad Tauphan Anshar, menegaskan sekretariat baru itu bukan hanya menjadi kantor administrasi, melainkan pusat aktivitas dan ruang kolaborasi pemuda lintas organisasi.
“Kami ingin KNPI hadir sebagai rumah besar pemuda yang inklusif dan produktif. Sekretariat ini menjadi simbol komitmen kami untuk merangkul semua elemen pemuda dan membangun kolaborasi,” ujar Fadel.
Menurutnya, keberadaan sekretariat permanen penting untuk memperkuat gerakan organisasi sekaligus memperluas ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.
Koordinator Bidang I KNPI Sulsel, Hasrul Kaharuddin, mengatakan sekretariat tersebut diharapkan terbuka bagi organisasi kepemudaan maupun komunitas anak muda di Sulawesi Selatan.
“Ini bukan sekadar tempat berkumpul. Kami ingin sekretariat ini menjadi ruang bertukar gagasan dan melahirkan kegiatan positif bagi pemuda Sulsel,” katanya.
Hasrul menilai keberadaan sekretariat menjadi simbol eksistensi sekaligus penguatan soliditas organisasi. Ia optimistis KNPI Sulsel dapat semakin aktif mengambil peran strategis di tengah masyarakat.
“Sekretariat adalah jantung organisasi. Dari tempat ini ide dan gerakan pemuda dibangun untuk memberi kontribusi nyata bagi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris KNPI Sulsel Ahmad berharap fasilitas sekretariat dapat dimanfaatkan maksimal oleh pengurus maupun organisasi kepemudaan.
“Kita ingin tempat ini benar-benar hidup dan bermanfaat untuk pemuda dan OKP,” singkatnya.














