KabarMakassar.com — Program sambungan air bersih gratis yang menjadi salah satu unggulan Pemerintah Kota Makassar ternyata belum sepenuhnya dikenal masyarakat.
Hasil survei yang dilakukan Parameter Publik Indonesia (PPI) menunjukkan hanya 34,8 persen responden yang mengetahui adanya program sambungan PDAM gratis. Sebaliknya, 36 persen responden menyatakan tidak tahu sama sekali, dan 28 persen mengaku kurang tahu.
Direktur Eksekutif PPI, Ras MD, menilai rendahnya tingkat awareness ini menjadi catatan serius.
“Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi utuh soal program sambungan air gratis. Ini menunjukkan perlunya penguatan strategi komunikasi publik yang lebih sistematis dan berkelanjutan,” ujar Ras MD, Senin (23/02).
Program sambungan PDAM gratis sendiri merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Menariknya, di tengah rendahnya tingkat keterkenalan program, survei juga mencatat tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi. Sebanyak 57,9 persen responden menyatakan puas terhadap program sambungan PDAM gratis tersebut.
Menurut Ras MD, kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara kualitas program dan penyebaran informasinya.
“Tingkat kepuasan sudah relatif baik. Artinya programnya dirasakan manfaatnya oleh penerima. Tapi tantangannya adalah bagaimana informasi ini menjangkau lebih luas masyarakat di 15 kecamatan,” katanya.
Lebih lanjut katanya, survei PPI dilaksanakan pada 5–14 Februari 2026 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.
Populasi survei adalah warga Kota Makassar berusia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki hak pilih dalam pemilu. Sampel sebanyak 600 responden dipilih menggunakan metode multi-stage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±4,08 persen.
“Temuan ini menjadi evaluasi penting bagi pemerintah kota agar tidak hanya fokus pada pelaksanaan program, tetapi juga memastikan informasi sampai secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat,” tukasnya.














