kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Realisasi PAD Maros Capai Rp238,7 Miliar

Jangan Salah Pilih! Ini Daftar Pinjol Resmi OJK Januari 2026
Ilustrasi rupiah (Dok : Int).

KabarMakassar.com — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, hingga pertengahan Oktober 2025 tercatat mencapai Rp238,7 miliar atau 69,68 persen dari total target sebesar Rp342,6 miliar.

Capaian tersebut disampaikan Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, usai memimpin rapat evaluasi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan para camat di Ruang Rapat Bupati, Selasa (14/10).

“Berdasarkan laporan Bapenda, capaian PBB sudah 89 persen atau Rp36,3 miliar dari target Rp40,5 miliar,” kata Muetazim.

Meski menunjukkan progres positif, beberapa kecamatan masih tertinggal dalam realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kecamatan Moncongloe baru mencatat 34 persen atau Rp1,3 miliar dari target Rp3,8 miliar. Kecamatan Maros Baru mencapai 51,44 persen atau Rp455 juta dari target Rp885 juta, sementara Kecamatan Marusu berada pada angka 53,67 persen atau Rp3,6 miliar dari target Rp6,8 miliar.

Sebaliknya, sejumlah kecamatan mencatat kinerja yang sangat baik. Kecamatan Mandai berhasil mencapai 91,19 persen atau Rp20 miliar dari target Rp21,9 miliar.

Kecamatan Camba bahkan menjadi yang tertinggi dengan realisasi 98,56 persen atau Rp172 juta dari target Rp174 juta.

“Kami sudah tekankan kepada camat agar lebih maksimal dalam penagihan karena masih ada waktu. Alhamdulillah teman-teman camat menyanggupi,” ujar Muetazim, yang juga mantan Kepala Dinas PUTRPP.

Ia menambahkan, beberapa kendala masih dihadapi di lapangan, antara lain banyak wajib pajak yang berdomisili di luar daerah serta sebagian warga yang menunggu masa panen untuk melunasi kewajiban pajaknya.

“Beberapa kecamatan terkendala karena wajib pajaknya ada di luar daerah atau menunggu hasil panen,” tambahnya.

Selain pajak daerah, realisasi PAD dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga masih rendah. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, misalnya, baru mencatat Rp252 juta atau 56 persen dari target Rp450 juta.

error: Content is protected !!