kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Tanpa Wakil Bupati, Sekda Jeneponto Dimutasi Jadi Staf Ahli Bidang Politik

Tanpa Wakil Bupati, Sekda Jeneponto Dimutasi Jadi Staf Ahli Bidang Politik
Sekda Jeneponto, H. Arifin Nur (kiri) Kepala Dinas Pertanian, Ahmad (tengah), Hartawan kepala Dinas Tanaman Pangan (kanan) saat mengambil sumpah jabatan. (Ist).

KabarMakassar.com — Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, kembali melakukan perombakan besar di jajarannya pada lingkup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.

Dalam perombakan tersebut, Bupati H. Paris Yasir tak sungkan mengganti Sekretaris Daerah Jeneponto, H. Muh. Arifin Nur, yang kini dipercaya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Politik

Posisi strategis Sekda kini untuk sementara diisi oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Jeneponto, Maskur, yang ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (PLH) Sekda.

Selain itu, Bupati Jeneponto juga merotasi Kepala Dinas Pertanian, Ahmad, dan dilantik sebagai Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Jeneponto. Sementara Hartawan, Kr Lomba yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Dinas Tanaman Pangan, kini menjabat sebagai Asisten II.

Sedangkan posisi Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Ketahan Pangan untuk sementara dijabat oleh masing-masing Sekretaris Dinas.

Dalam sambutannya, Bupati Paris Yasir menekankan bahwa rotasi dan mutasi adalah strategi manajemen pemerintahan yang sehat dan merupakan kebutuhan organisasi, bukan didasari faktor suka atau tidak suka.

Bupati menyampaikan pesan filosofis dan spiritual yang mendalam, mengingatkan pejabat untuk selalu ikhlas dan loyal.

“Saya yakin di antara pejabat yang dilantik ada yang merasa bahagia dan mungkin saja kurang bahagia atau kecewa. Perlu diingat, pelantikan ini bukan karena suka atau tidak suka. Ini adalah kebutuhan organisasi,” ujar Bupati Paris Yasir.

Beliau juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak, dan membawa nilai spiritual. “Kebutuhan dunia ini Allah yang tetapkan siapa berada di mana dan kapan waktunya. Tidak ada yang kebetulan dalam proses ini,” ucapnya.

Bupati menekankan bahwa semua pejabat yang baru dilantik akan menjalani evaluasi ketat setelah tiga bulan menjabat untuk memastikan kinerja sesuai ekspektasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas OPD dan mempercepat akselerasi pembangunan di Kabupaten Jeneponto.

Meski begitu, tampak hal ganjal terlihat saat prosesi pengambilan sumpah atau janji dilakukan oleh Bupati lantaran Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar tak hadir dalam acara tersebut.

error: Content is protected !!