KabarMakassar.com — Ketersediaan tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta dinilai masih jauh dari ideal. Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menilai kondisi ini berpotensi menghambat lahirnya sumber daya manusia (SDM) pertanahan yang andal untuk memperkuat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Tidak bisa dipungkiri, STPN ini adalah embrio dari SDM ATR/BPN yang nantinya akan terjun langsung ke masyarakat. Jadi output-nya harus benar-benar andal, berintegritas, dan mampu menjaga marwah institusi ATR/BPN,” ungkap Taufan saat melakukan pengawasan dalam kunjungan kerja reses Komisi II DPR RI ke STPN, Jumat (03/10).
Ia menyoroti data yang menunjukkan baru ada 14 dosen bergelar doktor (S3) di STPN, dengan hanya satu guru besar aktif. Kondisi ini menurutnya harus segera ditangani agar kualitas akademik perguruan tinggi dapat terjaga.
“Ini tentu harus menjadi perhatian. Jumlah profesor masih sangat minim. Idealnya, dosen bergelar doktor diberikan dukungan agar bisa segera meraih predikat guru besar. Sebab, keberadaan profesor adalah simbol daya tarik sekaligus kualitas dari sebuah perguruan tinggi,” tegasnya.
Selain soal kualitas tenaga pengajar, Taufan juga menilai perbaikan sarana dan prasarana memang penting. Namun, prioritas utama menurutnya tetap pada penguatan kapasitas dosen serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa, termasuk jalur utusan dari pemerintah daerah.
“Sarana prasarana memang penting, tetapi pengajar tetap menjadi faktor utama. Di samping itu, penerimaan mahasiswa, termasuk dari jalur utusan pemerintah daerah, perlu terus diaktifkan agar semakin banyak SDM pertanahan berkualitas yang tersedia,” jelasnya.
Taufan berharap pembenahan menyeluruh di STPN dapat memastikan lembaga ini mampu menjawab kebutuhan nasional di bidang pertanahan.
“Karena STPN ini satu-satunya di Indonesia, maka sudah seharusnya menghasilkan output dan outcome sesuai harapan. STPN harus menjadi ‘Candradimuka’ bagi SDM pertanahan yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi untuk masyarakat,” pungkasnya.














