KabarMakassar.com — Di tengah geliat pembangunan Kota Makassar, potret kemiskinan ekstrem masih ditemukan tersembunyi di lorong-lorong terdalam permukiman.
Sepasang lansia, Norma Dg. Tene bersama suaminya yang dikenal sebagai Kakek Kaharu, menjalani hari-hari dalam kondisi memprihatinkan di sebuah gubuk reyot di Jalan Kesadaran IV, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang.
Hunian yang mereka tempati jauh dari kata layak. Dinding rapuh, atap seadanya, serta akses jalan yang terbatas menjadi gambaran keseharian pasangan lansia tersebut. Kondisi ini baru terungkap setelah adanya laporan warga, memantik perhatian pemerintah kota.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), merespons cepat temuan tersebut. Tanpa menunggu lama, ia langsung menginstruksikan jajaran di tingkat kecamatan untuk turun langsung memastikan kondisi di lapangan sekaligus memberikan bantuan awal.
“Saya sudah perintahkan Camat Panakkukang turun ke lokasi memastikan bantuan dan kebutuhan mereka terpenuhi,” tegasnya, Jumat (01/05).
Instruksi itu segera ditindaklanjuti oleh Camat Panakkukang, Syahril, yang mendatangi langsung lokasi yang berada di sudut terdalam kawasan permukiman. Ia mendapati kondisi pasangan lansia tersebut memang membutuhkan perhatian serius.
Dalam kunjungannya, Syahril tidak hanya meninjau kondisi rumah, tetapi juga menyerahkan bantuan sementara serta berdialog dengan Norma dan suaminya. Ia memastikan kebutuhan dasar mereka segera terpenuhi sambil menunggu langkah lanjutan dari pemerintah kota.
“Ini bagian dari perhatian pemerintah kota terhadap warga yang membutuhkan. Kami datang sesuai arahan Wali Kota, sekaligus membawa bantuan awal,” ujarnya.
Lebih jauh, Pemerintah Kota Makassar tidak berhenti pada bantuan darurat. Wali kota juga menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk segera melakukan survei teknis terhadap kondisi rumah tersebut. Survei ini menjadi dasar untuk menentukan skema rehabilitasi agar hunian pasangan lansia itu dapat diperbaiki menjadi layak huni.
Tak hanya itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga diminta turun tangan melakukan penanganan lingkungan sekitar, mulai dari pembersihan hingga pembenahan akses jalan menuju lokasi yang selama ini sulit dijangkau.
“Saya sudah sampaikan Disperkim dan PU agar survei lokasi pekan ini. Ini bagian dari respons pemerintah kota dalam menjawab kebutuhan dan aspirasi warga,” jelasnya.
Namun di balik respons cepat tersebut, terungkap persoalan lain yang lebih mendasar, yakni belum optimalnya pendataan warga rentan di wilayah perkotaan. Camat Panakkukang mengakui bahwa kondisi pasangan lansia ini baru diketahui setelah adanya laporan masyarakat, meski dirinya rutin melakukan kunjungan wilayah.
“Saya selama ini sering berkeliling dan bersilaturahmi dengan warga, tapi kondisi ini baru kami ketahui setelah ada laporan,” ungkap Syahril.
Kasus Nenek Norma pun menjadi cermin bahwa di balik perkembangan kota, masih terdapat kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih serius.
Respons cepat pemerintah dinilai penting, namun pembenahan sistem deteksi dini dan pendataan sosial menjadi kunci agar kasus serupa tidak terus berulang di masa mendatang.














