KabarMakassar.com — Politisi PDI Perjuangan, Esra Lamban, menyatakan kesiapannya untuk maju memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Selatan.
Anggota DPRD Sulsel itu menegaskan, sikapnya akan bergantung pada keputusan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Menurut Esra, dalam tradisi PDIP, keputusan mengenai siapa yang akan memimpin struktur partai di daerah sepenuhnya menjadi kewenangan Megawati.
Karena itu, dirinya enggan mendahului dengan spekulasi meski namanya telah muncul dalam usulan calon ketua dari sejumlah DPC.
“Kalau kita di partai itu tidak ada kata menolak jika memang sudah menjadi keputusan dari atas. Tidak boleh kompromi apalagi kita anggota DPR. Jadi terserah Ibu Mega siapa yang mau dia kasih, dia yang tahu,” kata Esra, belum lama ini.
Lebih jauh, dia mengungkapkan bahwa sejumlah nama lain juga turut diusulkan untuk posisi Ketua DPD Sulsel, termasuk dirinya, Fadli, dan Alimuddin. Namun, Esra memilih untuk tidak mengumbar detail peta dukungan yang ada.
“Tidak mungkin tidak ada yang mencalonkan, karena bukan hanya di dapil saya saja sudah ada yang mencalonkan,” ujarnya.
Politisi asal Luwu ini menegaskan dirinya tidak menempuh strategi khusus dalam menyongsong proses ini. Dia menyebut tidak melakukan safari politik atau manuver tertentu sebagaimana yang dilakukan figur lain.
“Kalau figur lain saya tidak tahu, tapi kami ini (anggota DPR) tidak ada (road show). Normalnya begitu,” jelasnya.
Proses penjaringan calon ketua DPD dan DPC PDIP untuk Konferensi Daerah (Konferda) Sulsel telah ditutup pada 8 September 2025. Nama-nama yang diusulkan kini sudah diserahkan ke DPP PDIP di Jakarta untuk diproses lebih lanjut.
DPP PDIP kemudian akan menetapkan tiga nama, dengan satu nama ditentukan sebagai ketua definitif, dan dua di antaranya berembuk menjadi Sekretaris dan Bendahara.
“Yang pasti tiga nama yang dikirim ke pusat itu akan masuk struktur DPD, begitu pula dengan usulan dari DPC. Soal siapa yang punya suara terbanyak, itu tidak ada. Semua ada di tangan kanannya Ibu Mega,” pungkas Esra.
Di sisi lain, sejumlah nama besar diprediksi akan bersaing memperebutkan posisi Ketua DPD. Nama petahana, Andi Ridwan Wittiri, dinilai masih kuat untuk melanjutkan kepemimpinan. Selain itu, ada pula nama Rudi Pieter Goni, Rispayanti, hingga Alimuddin yang masuk bursa.
Esra Lamban sendiri bukan nama asing di dunia politik Sulsel. Politisi asal Luwu yang berlatar belakang pengusaha transportasi ini sebelumnya pernah maju sebagai caleg DPR RI dari Dapil Sulsel XI (Luwu Raya) pada Pemilu 2024.














