kabarbursa.com
kabarbursa.com

PKS Sulsel Target Gandakan Kursi DPRD dan DPR RI di Pemilu 2029

Haris Abdurrahman Diusulkan PKS untuk PAW DPRD Sulsel
Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Sulsel, Anwar Faruq, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan menegaskan arah politiknya dengan target ambisius melipatgandakan jumlah kursi legislatif di Pemilu mendatang.

Target ini mencerminkan tekad partai untuk menjadikan Sulsel sebagai salah satu basis utama pemenangan PKS di kawasan timur Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Sulsel, Anwar Faruq, usai Musyawarah Wilayah (Muswil) PKS Sulsel yang digelar di Hotel Claro Makassar, Minggu (24/08).

Anwar menekankan bahwa seluruh mesin partai akan difokuskan pada strategi K2P2 (Kader, Kaderisasi, dan Pemenangan Pemilu). Menurutnya, dua agenda besar yang kini menjadi prioritas adalah rekrutmen anggota baru dan penguatan struktur partai hingga tingkat daerah.

“Saat ini PKS di Sulsel memiliki 57 DPD kabupaten/kota, 7 kursi DPRD provinsi, dan 2 kursi DPR RI. Targetnya kita ingin melipatgandakan capaian ini,” ujarnya.

Di tingkat provinsi, PKS Sulsel menargetkan 14 kursi DPRD provinsi, naik dua kali lipat dari 7 kursi yang ada sekarang. Sedangkan di DPR RI, targetnya adalah 4 kursi, dengan menempatkan Dapil Sulsel 3 yang saat ini kosong sebagai sasaran strategis.

Beberapa daerah pemilihan yang dinilai potensial untuk meraih dua kursi sekaligus antara lain, Dapil 1 Makassar A, Dapil 3 Gowa–Takalar, Dapil 6 Maros–Pangkep–Barru–Parepare, Dapil 9 Sidrap–Pinrang–Enrekang dan Dapil 11 Luwu Raya.

“Kenapa target dua kursi? Karena di dapil-dapil itu jumlah kursinya besar. Maka potensi kita maksimalkan,” jelas Anwar.

Selain itu, di tingkat kabupaten/kota, PKS Sulsel menargetkan kenaikan 200 persen kursi DPRD, dengan mengandalkan 57 DPD sebagai ujung tombak konsolidasi suara.

Anwar juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh PKS Sulsel. Saat ini, sekitar 50 persen ketua DPD kabupaten/kota berasal dari kalangan muda. Menurutnya, langkah ini merupakan investasi politik jangka panjang agar PKS tetap relevan dengan generasi baru.

“Banyak ketua DPD yang sudah diganti, hanya sebagian kecil yang bertahan. Kita melihat siapa yang bisa berkontribusi lebih, artinya menguatkan struktur di daerah. Itu yang kita pilih,” tegasnya.

PKS Sulsel juga tengah menghidupkan kembali program kaderisasi berbasis desa dan mendorong partisipasi kader milenial, baik dalam struktur partai maupun kontestasi politik.

Untuk level DPR RI, PKS Sulsel mengandalkan Dapil Sulsel 2 sebagai lumbung suara karena sudah memiliki incumbent. Namun, dapil lain juga akan diisi oleh caleg kompetitif yang diharapkan mampu memperluas penetrasi suara.

“Potensi dapil 2 sangat besar karena kita punya incumbent, dan kita berharap bisa merekrut caleg-caleg yang kompetitif,” katanya.

Anwar juga menegaskan bahwa orientasi utama PKS adalah pelayanan kepada masyarakat. Melalui K2P2, ia optimistis PKS Sulsel mampu melahirkan strategi baru yang lebih dekat dengan rakyat sekaligus menjaga basis suara tradisional.

“Intinya pelayanan kepada masyarakat. Melalui K2P2, insyaallah kita akan melahirkan jurus-jurus baru untuk semakin mendekatkan PKS dengan rakyat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!