kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Warga Tallo Ramai-ramai Mengungsi Usai Perang Kelompok

Warga Tallo Ramai-ramai Mengungsi Usai Perang Kelompok
Anggota DPRD Makassar, Basdir, (Dok: Kabar Makassar).

KabarMakassar.com — Deretan rumah di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, mulai tampak kosong. Sejak sebulan terakhir, tawuran kelompok yang terus pecah tanpa henti memaksa banyak keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Ketakutan kian menjadi-jadi setelah insiden bentrokan tiga malam berturut-turut berujung pada pembakaran rumah, motor, hingga mobil warga. Kondisi ini mendorong warga, terutama perempuan dan orang tua, memilih mengungsi ke tempat aman.

Anggota DPRD Makassar, Basdir, menyebut telah menerima laporan warga yang berbondong-bondong keluar dari wilayah rawan konflik, seperti Kampung Layang dan Tinumbu Lorong 148.

“Mereka pergi ke rumah keluarganya atau mencari kontrakan sementara. Yang dibawa biasanya barang-barang penting dan surat-surat berharga. Mereka khawatir situasi makin tidak terkendali,” jelas Basdir, Kamis (25/09).

Fenomena itu memperlihatkan bahwa masyarakat sudah kehilangan rasa aman di kampung sendiri. Rumah-rumah yang ditinggalkan hanya dijaga seadanya, sementara sebagian keluarga memilih berpencar ke lokasi berbeda.

Kondisi serupa diceritakan Mukbil M. Nur (52), warga Kandea 3. Menurutnya, sudah banyak tetangga yang memilih angkat kaki. Bahkan keluarganya sendiri ikut mengungsi.

“Banyak warga sudah keluar dari sini, termasuk adik saya. Mereka tidak tahan lagi. Tawuran terus, rumah sudah jadi sasaran,” katanya.

Ia menambahkan, tawuran bukan lagi sekadar saling busur panah. “Kemarin (22/09) ribut sampai jam 2 subuh. Sekarang sudah parah, ada rumah dibakar, mobil, motor juga. Ini sudah darurat sekali,” keluhnya.

Mukbil dan warga lainnya berharap aparat kepolisian serta pemerintah tidak tinggal diam. Mereka meminta pengamanan dilakukan penuh selama 24 jam.

“Biar ada polisi, tapi jumlahnya terbatas. Tidak sanggup menahan kalau tawuran besar. Jadi harus gabungan semua unsur. Ini bencana sosial, harus diselesaikan sampai tuntas,” tegas Mukbil.

Gelombang pengungsian warga Tallo memperlihatkan betapa serius dampak konflik sosial yang berlarut-larut. Anak-anak kehilangan ruang aman untuk belajar dan bermain, sementara orang tua harus memikirkan keselamatan keluarga lebih dari segalanya.

Jika situasi ini terus dibiarkan, Tallo berpotensi berubah menjadi kawasan yang kehilangan kepercayaan sosial, tempat di mana warganya tidak lagi yakin bisa tinggal dengan tenang di tanah kelahiran sendiri.

error: Content is protected !!