kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Usai Appi Lakukan PKS PSEL, Muchlis Misbah: Publik Harus Objektif ini Solusi Sampah

Usai Appi Lakukan PKS PSEL, Muchlis Misbah: Publik Harus Objektif ini Solusi Sampah
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Muchlis Misbah (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Makassar dipastikan bakal dibangun di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala Kota Makassar.

Kepastian ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama (PKS) yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur (Rujab) Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (04/04) lalu.

Penandatanganan tersebut melibatkan Munafri Arifuddin (Appi), Bupati Gowa Husniah Talenrang, serta Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur, dengan inisiasi dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Kolaborasi lintas daerah ini ditujukan untuk memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di Sulsel.

Menanggapi langkah strategis tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Muchlis Misbah, menyatakan dukungannya terhadap penetapan TPA Antang sebagai lokasi pembangunan PSEL.

Menurut Politisi Hanura itu, lokasi tersebut paling realistis dan telah memenuhi berbagai aspek kesiapan.

“Kalau saya ditanya mana lebih bagus, di Antang atau di tempat lain, saya jawab lebih bagus di Antang. Ada dua faktor yang sangat mendasar,” ujarnya, Minggu (05/04).

Menurutnya, penerapan teknologi PSEL justru akan menjawab persoalan klasik yang selama ini dikeluhkan masyarakat, terutama terkait bau dari TPA.

Lebih lanjut, Ia berkaca pada pengelolaan serupa di daerah lain yang dinilai berhasil mengatasi persoalan tersebut secara modern.

“Setelah saya menyimak baik-baik, yang menolak itu alasannya bau. Dengan kehadiran PSEL, maka bau itu akan hilang dengan sendirinya karena sudah dikelola secara modern,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya melihat proyek ini dari sisi kepentingan masyarakat luas. Ia mengajak semua pihak untuk tidak terjebak pada persepsi negatif tanpa memahami manfaat jangka panjang yang akan dihasilkan.

“Saya mengajak semua pihak untuk jeli melihat dan membuka hati nurani. Ini menyangkut kepentingan masyarakat, tidak ada kepentingan bisnis di dalamnya,” katanya.

Lebih jauh, ia menyoroti aspek keadilan bagi warga Manggala yang selama ini menanggung dampak keberadaan TPA. Kehadiran PSEL dinilai dapat menjadi peluang baru, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Kalau jadi PSEL, tentu membutuhkan tenaga kerja dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” tukasnya.

error: Content is protected !!