KabarMakassar.com — Garuda Asta Cita Nusantara (GAN) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar dialog publik di Hotel Grand Town, Kota Makassar pada Selasa (03/06).
Pada kesempatan itu, tiga kepala daerah yang ada di Sulsel turut menandatangani Memorendum of Understanding (MoU) bersama GAN Sulsel.
Agenda tersebut menjadi wujud dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Daerah yang terlibat dalam MoU tersebut diantaranya adalah, Kabupaten Takalar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Barru.
Bupati Maros, Chaidir Syam dan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari hadir langsung dalam acara tersebut. Sementara, Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye diwakili oleh Asisten I Kabupaten Takalar, Rahmansyah.
Sekjen DPP GAN, Erlangga Trisakti menyebut, jika langkah yang dilakukan menjadi bukti komitmen mendukung program Asta Cita.
“Tentunya GAN dalam programnya, kedepan akan melakukan pendampingan dan latihan semacam edukasi terhadap masyarakat mengenai Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika GAN hadir, untuk menyukseskan Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan program Asta Cita dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kedepan, kata Erlangga, Sulsel dapat menjadi contoh bagi wilayah lain terkait pelaksanaan percepatan koperasi.
Sementara itu, Ketua DPW GAN Sulsel, Sugianto Wahid menyatakan, nantinya akan dibuat pelatihan bagi pengurus koperasi.
“Saya kira itu adalah sebuah pilot project, nantinya menyampaikan kepada seluruh masyarakat, mari kita berbuat untuk Indonesia tanpa syarat, mari kita buat untuk kemanusiaan,” tukasnya.
“Mari kita sama-sama membangun bangsa. Disinilah tempatnya kita menuangkan ide dan gagasan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia,” tambahnya.
Sugianto mengingatkan agar dana yang digelontorkan oleh pemerintah pusat harus digunakan sesuai peruntukannya.
“Karena ini bukan dana hibah, tapi dana pinjaman dan tentunya ini mempunyai konsekuensi hukum,” tegasnya.
Adanya pelatihan dan pendampingan yang dilakukan, untuk memberi pemahaman lebih terhadap Koperasi Desa Merah Putih, salah satunya yakni terkait dana.
Selain itu, dilakukan pula pelatihan wirausaha. Serta, memberi edukasi tentang potensi yang dimiliki tiap Koperasi Desa Merah Putih, agar tidak mengalami ketimpangan dibanding koperasi lainnya.














