KabarMakassar.com — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Teguh Iswara Suardi, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap ancaman gempa bumi yang semakin nyata.
Menurutnya, kondisi geologi Sulsel yang berada di jalur sesar aktif menjadikan wilayah ini rawan terhadap potensi gempa dan bencana turunan lainnya.
“Sulawesi Selatan harus sadar bahwa gempa bumi adalah ancaman nyata. Kita tidak bisa menunggu kejadian baru bertindak,” tegas Teguh saat membuka Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Aula Kantor Bupati Maros, Jumat (10/10).
Kegiatan yang digelar atas inisiatif BMKG bekerja sama dengan Komisi V DPR RI itu diikuti oleh 35 peserta lintas sektor, mulai dari unsur BPBD, kepolisian, mahasiswa, pelajar, hingga media. Kehadiran berbagai pihak ini, kata Teguh, menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi bencana.
“Dengan kolaborasi yang kuat, respon terhadap bencana bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi. Tujuannya satu meminimalkan korban jiwa dan kerugian material,” ujarnya.
Teguh menilai bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama untuk memperkecil dampak bencana. Karena itu, ia mendorong agar pelatihan serupa diperluas ke berbagai kabupaten/kota di Sulsel, terutama yang memiliki potensi gempa tinggi seperti Gowa, Pangkep, dan Luwu.
“Pelatihan seperti ini jangan berhenti di Maros. Harus digerakkan sampai ke daerah-daerah yang punya potensi gempa tinggi. Edukasi publik adalah bagian penting dari mitigasi,” jelasnya.
Politisi NasDem itu juga menegaskan dukungan penuh Komisi V DPR RI terhadap penguatan infrastruktur tangguh bencana di Sulawesi Selatan. Ia menyebut, koordinasi lintas sektor antara BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah harus lebih diperkuat agar sistem peringatan dini bisa bekerja lebih efektif.
Selain itu, Teguh menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan program mitigasi di daerah pemilihannya, khususnya di Kabupaten Maros yang menjadi daerah prioritas dalam agendanya di DPR.
“Inshaallah, karena saya lama tinggal di Maros, maka daerah ini akan menjadi salah satu prioritas kami. Bukan hanya mitigasi bencana, tetapi juga pembangunan infrastruktur vital yang mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
