Indeks
News  

Dijamin Gratis, Bupati Bantaeng Minta Warga Cek Penyakit Tuberkulosis

Dijamin Gratis, Bupati Bantaeng Minta Warga Cek Penyakit Tuberkulosis
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin didampingi Ketua Tim Pengerak PKK Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, membuka Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bantaeng. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin didampingi Ketua Tim Pengerak PKK Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, membuka Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bantaeng, yang digelar di Kantor Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bisappu, Senin (3/8).

Dalam sambutannya, kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin ini meminta masyarakat agar penyakit Tuberkulosis tidak boleh disembunyikan. Mengingat, penyakit TB bisa mudah disembuhkan jika pasien mengikuti seluruh pengobatan.

“Penyakit TB ini bukan aib. Karena sangat mudah disembuhkan kalau ikuti aturannya. Yakni minum obat selama 6 bulan tidak boleh stop. Jadi tdak boleh disembunyikan harus segera diperiksa demi tidak tertular orang sekitar dan keluarga kita,” kata Bupati.

Bupati juga menambahkan, pengobatan penyakit Tuberkulosis telah ditanggung seluruhnya oleh BPJS Kesehatan. Apalagi, pengobatan dan pencegahan penyakit TB merupakan program andalah Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi ini memang program prioritasnya Bapak Presiden Prabowo. Jadi kita tidak usah khawatir dengan biayanya. Ini Gratis. Karena demi kesehatan kita dan keluarga sehingga penyakit TB ini harus kita sembuhkan di Bantaeng,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Program Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi, Mirna mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu strategi percepatan eliminasi Tuberkulosis melalui penemuan kasus secara aktif, pelacakan kontak, dan skrining kesehatan masyarakat yang dlintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Pelaksanaannya berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026 dengan melibatkan Tim Pelaksana Swakelola, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa/kelurahan, serta lintas sektor terkait, ” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, tujuan kegiatan ini diantara lain mempercepat pelaksanaan contact tracing pada pasien TB, mengintegrasikan tracing TB dengan layanan Cek Kesehatan Gratis, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penemuan kasus TB, mengoptimalkan peran kader dalam pendataan dan mobilisasi kontak, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan Cek Kesehatan Gratis sehingga meningkatkan detelsi dinisekaligus mengurangi stigma tematap Tuberkulosis.

“Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap pada 13 wilayah kerja Puskesmas yang mencakup seluruh desa dan kelurahan di kabupaten Bantaeng, dimulai di UPT Puskesmas Bissappu pada tanggal 27Juli 2026 dan berakhir di UPT Puskesmas Baruga pada tanggal 10 November 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di 42 lokus dengan sasaran sekitar 4.200 masyarakat, atau rata-rata 100sasaran pada setiap lokus”, pungkasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version