KabarMakassar.com — Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi daerah pertama yang akan memulai pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap III di Sulawesi Selatan. Pembangunan sekolah tersebut direncanakan mulai dilakukan pada bulan depan sebagai bagian dari percepatan program Sekolah Rakyat di daerah.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Abd Malik Faisal, mengatakan Pangkep mendapat prioritas dibanding daerah lain yang masuk dalam usulan pembangunan tahap III. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Selatan untuk mempercepat pembangunan sekolah permanen di daerah yang telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan.
Kedelapan daerah yang masuk usulan pembangunan tahap tiga yaitu Kabupaten Pangkep, Luwu Timur, Gowa, Enrekang, Kepulauan Selayar, Toraja Utara, Pinrang dan Luwu.
“Dari delapan sekolah tersebut, insyaallah satu lokasi akan mulai dibangun lebih awal, yakni di Kabupaten Pangkep. Pembangunan direncanakan dimulai bulan depan,” ujar Malik, Senin (15/06/2026)
Menurut Malik, awalnya Sulawesi Selatan mengusulkan sembilan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tahap III. Namun, jumlah tersebut berkurang menjadi delapan lokasi karena satu daerah mengalami kendala pada kesiapan lahan.
“Awalnya direncanakan sembilan sekolah. Namun saat ini kemungkinan menjadi delapan sekolah karena ada satu lokasi yang prosesnya ditunda akibat kondisi lahan yang memiliki kontur sangat ekstrem,” sebutnya.
Ia menjelaskan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pangkep tidak lepas dari status daerah tersebut yang telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan. Kondisi itu dinilai membuat pembangunan sekolah permanen lebih mendesak untuk mendukung keberlanjutan proses pendidikan siswa.
“Mengapa Pangkep diprioritaskan? Karena ada arahan dari Bapak Gubernur agar kabupaten yang telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan mendapatkan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Dari 11 daerah di Indonesia yang masuk kategori tersebut, satu di antaranya adalah Kabupaten Pangkep,” jelas Malik.
Pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Pangkep dapat diselesaikan pada akhir tahun ini. Dengan demikian, fasilitas pendidikan tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh siswa pada semester kedua tahun ajaran mendatang.
Keberadaan Sekolah Rakyat permanen di Pangkep akan menambah jumlah sekolah serupa di Sulawesi Selatan menjadi 10 unit. Sebelumnya, sembilan Sekolah Rakyat permanen tahap II lebih dulu dibangun di sejumlah kabupaten dan kota dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Sembilan Sekolah Rakyat tersebut tersebar di Kabupaten Soppeng, Wajo, Barru, Sidrap, Tana Toraja, Bone, Sinjai, Takalar, dan Kota Makassar.
“Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Pangkep ditargetkan selesai pada Desember. Artinya, pada semester kedua, siswa sudah dapat belajar di sekolah permanen tersebut. Dengan demikian, per Januari 2027 Sulawesi Selatan akan memiliki 10 Sekolah Rakyat permanen,” ucapnya.
Lebih jauh, lanjut Malik, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga masih berupaya memperjuangkan tambahan satu lokasi lagi agar jumlah pembangunan tahap III kembali menjadi sembilan sekolah. Daerah yang sedang diusulkan untuk masuk dalam program tersebut adalah Kabupaten Luwu Utara.
“Kami juga terus berupaya agar Luwu Utara dapat masuk dalam program tersebut sehingga totalnya kembali menjadi sembilan lokasi. Namun sementara ini yang menjadi prioritas adalah delapan lokasi untuk tahun 2027,” pungkasnya.














