kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sulsel Alokasikan Belanja Daerah Rp10,33 Triliun di 2025

Sulsel Alokasikan Belanja Daerah Rp10,33 Triliun di 2025
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menyampaikan pengantar nota keuangan pada rapat paripurna DPRD Sulsel (Dok : Syamsi/Kabar Makassar).

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan rencana belanja daerah sebesar Rp10,33 triliun lebih dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.

Anggaran ini diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan, terutama pada upaya percepatan pemulihan ekonomi daerah pascapandemi.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa proyeksi belanja tersebut disusun berdasarkan pertimbangan kebutuhan daerah yang semakin kompleks.

Alokasi belanja juga dipastikan tetap berpijak pada arah kebijakan pembangunan nasional, agar selaras dengan program pemulihan ekonomi nasional.

“Prioritas Belanja Daerah masih fokus pada upaya pemulihan ekonomi daerah dalam rangka mendorong akselerasi percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Dalam struktur belanja daerah, porsi terbesar dialokasikan untuk belanja operasi yang mencakup kebutuhan rutin pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Belanja operasi ini dianggap vital agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal dalam melayani kebutuhan publik.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merencanakan target Belanja Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 mengalokasikan anggaran untuk Belanja Operasi sebesar Rp6,39 Triliun lebih,” jelasnya.

Selain belanja operasi, pemerintah juga menyiapkan anggaran belanja modal untuk pembangunan infrastruktur dan investasi jangka panjang. Alokasi ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Belanja Modal sebesar Rp1,51 triliun lebih,” kata Gubernur Sulsel.

Tidak hanya itu, Pemprov Sulsel juga mengantisipasi kebutuhan darurat dengan menyediakan pos belanja tidak terduga.

Pos ini akan menjadi instrumen fleksibel dalam mengatasi berbagai kejadian tak terduga, seperti bencana alam maupun kondisi sosial-ekonomi yang mendesak.

“Belanja Tidak Terduga sebesar Rp49,50 Miliar lebih,” ucapnya.

Sementara itu, belanja transfer tetap mendapat porsi signifikan. Dana ini akan disalurkan ke pemerintah kabupaten/kota sebagai bentuk dukungan dalam menjalankan pembangunan daerah yang lebih merata di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

“Belanja Transfer sebesar Rp2,37 triliun lebih, sehingga total Belanja Daerah sebesar Rp10,33 triliun lebih,” pungkasnya.

Loading

error: Content is protected !!