KabarMakassar.com — Sedikitnya 464 kepala sekolah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kota Makassar mengikuti kegiatan asesmen yang digelar Pemerintah Kota Makassar di Hotel Claro Makassar, Senin (21/09).
Peserta asesmen tersebut terdiri atas 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, serta 95 kepala sekolah SMP swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman mengatakan asesmen tersebut tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi kepala sekolah, tetapi juga momentum untuk memperkuat inovasi di lingkungan satuan pendidikan.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan sekaligus karakter peserta didik melalui lingkungan pendidikan sehari-hari.
“Saat ini, terdapat 86 inovasi yang telah dicanangkan berkaitan dengan lingkungan pada jenjang SD dan SMP di Kota Makassar,” kata Achi.
Achi menilai program lingkungan di sekolah tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran secara teori. Penerapannya perlu dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh siswa dan warga sekolah.
Karena itu, kerja sama penguatan program lingkungan melalui satuan pendidikan diharapkan dapat mendorong sekolah menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk membangun sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendidik generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU Bank Sampah pada satuan pendidikan Kota Makassar sebagai bagian dari penguatan pengelolaan lingkungan di sekolah.
Dengan pelibatan sekolah dalam program tersebut, Dinas Pendidikan Makassar mendorong pengelolaan sampah menjadi bagian dari kebiasaan peserta didik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat.













