kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Status BLUD Diterapkan, RSUD Syekh Yusuf Masuki Era Pengelolaan Mandiri

Status BLUD Diterapkan, RSUD Syekh Yusuf Masuki Era Pengelolaan Mandiri
RSUD Syekh Yusuf, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Gowa resmi menerapkan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada RSUD Syekh Yusuf.

Penerapan ini menandai perubahan pola pengelolaan rumah sakit menuju sistem yang lebih mandiri, fleksibel, dan profesional.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menegaskan, penerapan BLUD merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Launching BLUD ini kami laksanakan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gowa. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan,” kata Husniah Talenrang, Rabu (07/01).

Ia menjelaskan, perubahan status RSUD Syekh Yusuf menjadi BLUD memberikan ruang fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan manajemen, tanpa menghilangkan fungsi pengawasan dari pemerintah daerah.

“Pengelolaan dilakukan oleh rumah sakit, namun tetap dalam pengawasan pemerintah. Semua harus terukur, profesional, dan sesuai target,” tegasnya.

Menurut Husniah, penerapan BLUD bertumpu pada peningkatan kinerja pelayanan publik, fleksibilitas pengelolaan keuangan, serta tata kelola rumah sakit yang akuntabel dan transparan.

“Status BLUD bukan tujuan akhir, tetapi alat untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan. Orientasi utama tetap pelayanan publik yang cepat, mudah, dan berkeadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr. Gaffar, menyebut penerapan BLUD sebagai tonggak penting dalam transformasi manajemen rumah sakit.

“Status BLUD memberi ruang bagi kami untuk mengelola rumah sakit secara lebih mandiri dan fleksibel, namun tetap berorientasi penuh pada pelayanan kepada masyarakat,” kata Gaffar.

Ia menambahkan, dengan status BLUD, tanggung jawab manajemen rumah sakit semakin besar, sehingga pihaknya berkomitmen meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan pasien serta memperkuat sistem tata kelola internal.

“Keberhasilan BLUD sangat ditentukan oleh komitmen, disiplin, dan budaya kerja seluruh pegawai. Kami terbuka terhadap kritik demi perbaikan berkelanjutan,” pungkasnya.

error: Content is protected !!