KabarMakassar.com – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan, arus dukungan mulai mengerucut ke sejumlah kandidat kuat. Namun, Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Sulsel memilih untuk tidak tergesa-gesa dalam menentukan arah politiknya.
Ketua Depidar SOKSI Sulsel, Andi Patarai Amir, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penjajakan intensif dengan para tokoh yang disebut-sebut akan maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Beberapa nama yang masuk radar pembicaraan adalah Taufan Pawe (petahana Ketua DPD I Golkar Sulsel), Munafri Arifuddin (Ketua DPD II Golkar Makassar), Ilham Arief Sirajuddin (IAS, tokoh senior Golkar), serta Adnan Purichta Ichsan (mantan Bupati Gowa).
“Semua tokoh itu kami kenal baik. Komunikasi terus terjalin, diskusi juga sering kami lakukan. Kami menghargai semua dinamika yang berkembang,” ujar Patarai, Selasa (10/6).
Meskipun beberapa DPD II di Sulsel telah menyatakan dukungan secara terbuka kepada Munafri Arifuddin, SOKSI Sulsel tetap memilih bersikap netral untuk sementara.
Menurut Patarai, langkah SOKSI harus berjalan seirama dengan arahan Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI serta petunjuk Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
“SOKSI adalah organisasi pendiri Partai Golkar. Kami punya tanggung jawab moral dan struktural dalam setiap pengambilan keputusan strategis, termasuk dalam Musda ini,” tegasnya.
Lebih jauh, Patarai menekankan bahwa pihaknya masih menanti jadwal resmi pelaksanaan Musda dari DPP Golkar. Tanpa kepastian waktu, ia menilai belum saatnya mengunci dukungan kepada siapa pun.
“Belum ada jadwal resmi Musda dari DPP, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk buru-buru. Sikap kami akan kami tetapkan melalui mekanisme internal, termasuk konsultasi ke Ketua Depinas SOKSI, Pak Misbakhun,” jelasnya.
Sebagai pemilik hak suara dalam Musda nanti, posisi SOKSI Sulsel menjadi incaran berbagai calon. Namun, Patarai memastikan bahwa dukungan dari organisasinya tidak akan diberikan secara emosional, melainkan berdasarkan kajian menyeluruh atas visi, integritas, dan kemampuan para kandidat memimpin Golkar Sulsel ke depan.
“Kami akan ambil keputusan secara kolektif, rasional, dan sesuai prosedur organisasi. Tidak bisa sembarang mendukung hanya karena tekanan atau euforia politik sesaat,” tegasnya.
Langkah hati-hati ini memperlihatkan peran strategis SOKSI di kancah politik internal Golkar. Di tengah dinamika menjelang Musda, SOKSI tampil sebagai penyeimbang, sekaligus penentu peta akhir konstelasi perebutan kursi Golkar Sulsel 1.













