KabarMakassar.com — Persaingan ketat langsung terasa pada hari pertama seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) 2026.
Sebanyak 86 peserta adu kemampuan untuk mengamankan tiket lolos ke tahap berikutnya melalui serangkaian tes berbasis sistem.
Seleksi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sidrap ini diawali dengan Tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta Tes Intelegensia Umum (TIU), di Kantor Bupati Sidrap, Rabu (25/03).
Kepala Kesbangpol Sidrap, M. Arsul, menegaskan bahwa proses seleksi tahun ini dirancang lebih objektif dengan memanfaatkan sistem berbasis teknologi.
“Seleksi dilakukan berbasis tes untuk memastikan proses yang transparan dan akuntabel. Ini juga menjadi bagian dari adaptasi kita di era digital,” ujar Arsul.
Dari total peserta, sebanyak 70 orang terdiri dari 34 putri dan 36 putra berhasil melewati tes Wasbang. Mereka kemudian kembali diuji dalam TIU dan seluruhnya dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya.
Arsul menekankan bahwa seleksi Paskibraka bukan sekadar mencari pengibar bendera terbaik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda.
“Yang kami lihat bukan hanya hasil akhir, tetapi juga prosesnya. Di sini mereka belajar disiplin, mental, dan tanggung jawab,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk tetap menjaga semangat, termasuk bagi yang nantinya tidak lolos hingga tahap akhir.
“Kami mengandalkan kemampuan individu. Kalau belum berhasil, jangan berkecil hati. Yang penting sudah berusaha maksimal,” tambahnya.
Seleksi masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Peserta yang lolos akan mengikuti tes kesehatan di RS Nene Mallomo pada Kamis (26/3), dilanjutkan tes parade pada Jumat (27/3), serta tes Peraturan Baris-Berbaris (PBB) pada Sabtu (28/3).
Tahapan lanjutan ini diprediksi menjadi penentu utama dalam menyaring kandidat terbaik yang akan bertugas sebagai Paskibraka Sidrap tahun 2026.














