kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sejumlah Kelompok Tani di Jeneponto Keluhkan Transparansi Pembagian Pupuk

Sejumlah Kelompok Tani di Jeneponto Keluhkan Transparansi Pembagian Pupuk
(Foto : Int).

KabarMakassar.com — Sejumlah Kelompok Tani di Batu Mopang, Desa Bonto Manai, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi Selatan keluhkan pembagian pupuk subsidi dari agen pengecer.

Pasalnya, Kelompok Tani tersebut tak pernah dilibatkan secara langsung saat penyaluran pupuk subsidi dilakukan oleh agen setempat.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani yang tak ingin disebutkan identitasnya saat dikonfirmasi tim Kabarmakassar.com, Senin (12/3).

“Jadi sebenarnya penyaluran pupuk kan seperti ini pak, dari pengecer kan itu dari Kelompok tani, Nah setelah itu, kelompok tani yang menyalurkan kembali ke Petani. Namun pada kenyataannya, agen langsung menyalurkan pupuk tersebut ke Petani. Sebenarnya kan tidak begitu pak,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, Petani juga jarang sekali menyampaikan ke salah satu Ketua kelompok tani bahwa jatahnya sudah diambil.

Semestinya penyaluran pupuk subsidi tersebut dilakukan sesuai mekanisme. Apalagi kelompok tani Kami sudah dilengkapi Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Namun realitanya, kondisi tersebut tak sesuai dengan harapan Kami sehingga memunculkan polemik.

Anehnya lagi, petugas PPL di lokasi Kami sama sekali tidak pernah memperlihatkan data e-RDKK 2024. Padahal, tanpa diminta, petugas PPL wajib memperlihatkan data tersebut.

Tetapi sejauh ini, petugas PPL beralasan bahwa itu bukan urusannya. Melainkan urusannya sang agen.

“Walau pun Kami tidak minta pasti itu di salah satu pengecer atau PPL ini mengirimkan kita RDKK atau menyampaikan ke salah satu ketua kelompok tani atau ditelfon untuk mengambil masing-masing jatahnya,” tandasnya.

Sementara itu, Rahma selaku sang agen pupuk Rahma Jaya saat dikonfirmasi membantah hal tersebut.

Menurutnya, pendistribusian pupuk subsidi yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan e-RDKK.

” Kan kami berdasarkan e-RDKK pak, jadi ituji juga Kami salurkan,” ujarnyam

Hanya saja, Rahma secara lantang bertanya siapa yang melaporkan hal ini. Bahkan, ngotot bertanya ke Tim Kabarmakassar.com siapa identitas Narasumber yang melaporkan hal ini.

” Siapa yang melapor, kalau ada siapa namannya, kalau tidak mau, ya sudah pak, sibukka dulu ada mau kukerja,” ucap Rahma.

Disisi lain, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Jeneponto, Noer Ibra Ibrahim mengaku bahwa hal ini sudah disampaikan ke PPL dan penyalur untuk menunjukkan e-RDKK kepada masyarakat agar tak ada lagi polemik yang muncul.

“Kami sudah hubungi petugas PPLnya, Besok Saya suruh ke kantor desa untuk menunjukkan e-RDKK, silahkan di cek, kalau pun tidak ada namanya biasa systemnya yang bermasalah, biasa di input tetapi lain keluar bahkan tidak muncul kalau di printa out,” tutupnya.

error: Content is protected !!