KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar memastikan revitalisasi Lapangan Karebosi akan dilaksanakan mulai 2026.
Proyek ini masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pokok tahun depan, setelah melalui proses review perencanaan yang telah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2025.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmennya mengembalikan Karebosi sebagai ikon Kota Makassar sekaligus pusat aktivitas publik yang nyaman dan modern.
Hal itu ia sampaikan Appi saat meninjau langsung area Karebosi, Senin (11/08), didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkufly Nanda, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Fadli Wellang, serta Kabag Protokol Andi Ardi Rahadian.
“Karebosi ini harus benar-benar diperbaiki, jangan sampai kita tinggalkan begitu saja. Setelah kontraknya diputus, progresnya terhenti. Sekarang kita siapkan langkah baru supaya revitalisasi ini selesai dengan hasil yang bagus,” ujar Appi.
Ia mengakui, beberapa tahun terakhir proses revitalisasi terhambat hingga menimbulkan kesan mangkrak.
Karena itu, Pemkot Makassar mengambil langkah penganggaran baru, melakukan seluruh tahapan sesuai aturan, dan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta aparat penegak hukum untuk memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan.
Selain memperbaiki fasilitas olahraga, desain terbaru juga akan menambah sarana pendukung seperti area istirahat, ruang berteduh, toilet umum, dan musala.
Fasilitas lintasan jogging, gym, treadmill, dan peralatan fitness lainnya direncanakan untuk menunjang aktivitas fisik masyarakat, termasuk lansia.
“Kita ingin semua warga bisa berolahraga dengan aman dan nyaman. Karebosi harus kembali menjadi ruang interaksi masyarakat yang layak dibanggakan,” tegasnya.
Appi mengungkapkan, konsep revitalisasi akan memanfaatkan struktur tiang yang sudah terbangun dengan desain bertingkat atau double decker untuk memaksimalkan fungsi ruang.
Penataan juga akan mencakup area sekitar, termasuk warung di bagian depan dan lapangan olahraga di samping, agar lebih tertata rapi namun tetap mudah diakses publik.
Menurutnya, proyek ini tidak dapat dikerjakan terburu-buru karena memerlukan perencanaan matang, mengingat kondisi sebelumnya yang sempat bermasalah.
“Peluang revitalisasi kali ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tidak banyak daerah punya aset seperti ini, dan sayang sekali kalau dibiarkan begitu saja,” tutupnya.














