kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Ratusan Pedagang Pasar Terong Demo, Tolak Penertiban Lapak

Ratusan Pedagang Pasar Terong Demo, Tolak Penertiban Lapak
aksi unjuk rasa pedagang pasar terong di gedung DPRD Makassar (Dok:Ist)

KabarMakassar.com — Ratusan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Persaudaraan Pedagang Pasar Terong (SADAR) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Makassar, menolak rencana penertiban lapak jualan di dalam lingkungan pasar terong.

Ratusan massa aksi mulai menyerbu gedung DPRD Kota Makassar yang berada di Jalan AP Pettarani, sekitar pukul 09.50 wita. Dan dipimpin oleh Jenderal Lapangan Syamsul Alam.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa yang merupakan para pedagang itu melakukan orasi secara bergantian dan membentangkan spanduk di depan gedung DPRD, yang bertuliskan “menolak keras pembongkar dengan alasan Joging Track, tolak pembongkaran dan relokasi, serta lawan pembongkaran”.

Adapun tuntutan massa aksi yaitu menolak rencana penertiban lapak jualan di dalam lingkungan Pasar Terong. Kemudian, meminta Pemerintah dan DPRD Kota Makassar untuk memberikan solusi yang berpihak kepada pedagang kecil.

Selanjutnya, menuntut transparansi dan partisipasi pedagang dalam setiap proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan dan penataan pasar.

Menolak segala bentuk intimidasi dan tindakan represif terhadap pedagang, dan meminta agar kebijakan penataan pasar dilakukan secara adil, manusiawi, dan tidak merugikan mata pencaharian pedagang.

Setelah melakukan aksi hampir satu jam lamanya, Perwakilan massa kemudiam diterima oleh Anggota DPRD Fraksi PPP, Irwan Hasan dan Andi Makmur, serta Fraksi Golkar Ismail.

Anggota DPRD Fraksi Golkar, Ismail mengatakan bahwa pihaknya akan menampung seluruh aspirasi dan segera menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) dengan para pedangan dan pihak terkait.

“Termasuk Dinas Perdagangan dan pengelola pasar. DPRD juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan solusi yang adil dan tidak merugikan pedagang kecil,” ujar Ismail saat menerima massa aksi.

Ismail menerangkan bahwa penertiban lapak jualan tersebut, untuk memperbarui dan mempercantik penataan pada pasar tradisional.

“Untuk harga tiap tiap kios akan kami bicarakan lebih lanjut dengan pemerintah jangan membebani para pedagang,” Kata Ismail.

error: Content is protected !!