KabarMakassar.com — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Islam Sulselbar menggelar aksi protes besar-besaran terhadap keterlibatan Indonesia dalam organisasi internasional Board of Peace (BoP).
Massa aksi menilai, keanggotaan Indonesia dalam BoP mencederai kedaulatan negara dan prinsip politik luar negeri yang selama ini dijunjung tinggi.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan, Bung Waldi, secara tegas menyatakan bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam BoP merupakan bentuk penjajahan modern.
Ia menyoroti kekhawatiran terkait posisi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dianggap berisiko menjadi instrumen kekuatan negara adidaya.
“Kami menolak keras tentara kita dijadikan alat di bawah komando Amerika Serikat melalui BoP. Indonesia harus mempertahankan harga dirinya dan keluar dari organisasi tersebut sekarang juga!” tegas Waldi di tengah kerumunan massa.
Aksi yang berjalan dengan tertib ini menarik perhatian pengguna jalan di sekitar lokasi. Melalui rilis sikap yang dibacakan, aliansi mahasiswa ini menuntut pemerintah untuk kembali pada khittah politik luar negeri Bebas Aktif (Non Block).
Mereka mendesak penguatan kedaulatan tanpa adanya intervensi atau komando dari negara adidaya mana pun. Meski aksi ditutup secara damai, pihak aliansi menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari perlawanan mereka.
Mahasiswa berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga mendapatkan respon konkret dari pemerintah pusat.
“Ini adalah panggilan moral. Kami akan terus mengonsolidasikan kekuatan hingga pemerintah memberikan jawaban tegas mengenai posisi Indonesia di BoP,” pungkas Waldi menutup aksinya.
Hingga berita ini dimuat, pihak berwenang dan perwakilan pemerintah daerah belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan massa tersebut.














