KabarMakassar.com — Pemanfaatan listrik yang tidak hati-hati dapat menimbulkan risiko berbahaya, mulai dari kesetrum, kebakaran, hingga ledakan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN Takalar rutin menggelar sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan di kantor desa dan kelurahan setiap bulannya.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya listrik dan memperkenalkan layanan digital melalui aplikasi New PLN Mobile.
“Tujuan utama sosialisasi ini adalah memitigasi potensi bahaya akibat minimnya pengetahuan warga dan mengenalkan aplikasi New PLN Mobile agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan seperti pasang baru, tambah daya, migrasi meter, hingga pengaduan,” ujar Fahmi Arianti, Team Leader Pelayanan Pelanggan PLN Takalar, Senin (21/07).
Dalam sosialisasi tersebut, PLN juga mengedukasi masyarakat tentang penyebab padamnya listrik. Anis Ulfa Widya A, Team Leader K3L dan KAM PLN Takalar, menjelaskan bahwa padam listrik terbagi dua kategori: Padam Terencana karena pemeliharaan instalasi dan Padam Tidak Terencana akibat gangguan eksternal seperti cuaca ekstrem, hewan, hingga layang-layang.
“Beberapa bulan terakhir, intensitas padam meningkat akibat layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik dan menyebabkan korsleting serta ledakan,” ungkap Manajer PLN Takalar, Andi Akhmad.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, karena selain berbahaya, juga dapat menyebabkan pemadaman listrik massal di lingkungan sekitar.
Setelah rampung melakukan sosialisasi ke desa dan kelurahan di Kabupaten Takalar, PLN Takalar berencana melanjutkan kegiatan edukatif ini ke sekolah-sekolah demi menciptakan generasi yang lebih sadar akan bahaya listrik.














