KABARBUGIS.ID – Sebuah jalan tani diduga sengaja ditutup oleh pemilik lahan. Jalan tani itu berada di daerah Ammani, Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.
Salah seorang warga setempat Wahyu merasa keberatan atas ditutupnya jalan tani tersebut. Ia mengatakan jangan itu merupakan satu-satu untuk ke sawah miliknya.
"Iye pak lama mi ditutup, ada mi satu tahun. Saya sendiri ji yang dilarang lewat di jalan tani itu," kata Wahyu kepada KabarBugis.id, Selasa (24/5) malam.
"Apalagi tanaman padi di sawah mau mi panen. Harusnya dipanen mi, saya ndak bisa apa-apa karena jalannya ditutup," sambungnya.
Wahyu mengaku diri telah melaporkan hal itu ke pemerintah desa, tidak membuahkan hasil.
"Saya sudah beberapa kali lapor ke pihak desa, namun belum ada solusi untuk permasalahan itu," bebernya.
Lebih jauh Wahyu menceritakan jalan tani itu dibangun sekitar lima tahun lalu, jarak dari perkampungan ke sawahnya sekitar satu kilo lebih.
"Sekitar 5 tahun lalu dibangun itu jalan. Itu jalan memang satu-satunya untuk ke sawah saya, jadi saya harap ada solusi dari pihak terkait, apa lagi padi saya mau mi panen," harapnya.
Terpisah, Kepala Desa Mattiro Tasi, Amor Paturusi mengaku dirinya telah melakukan mediasi antara keduanya, penutup jalan dan yang merasa keberatan.
"Tadi saya sudah mediasi keduanya untuk dicarikan solusi. Karena sama-sama ego jadi tidak ada yang mau mengala," kata Amor Paturusi melalui sambungan kepada KabarBugis.id.
Ia mengatakan jalan tersebut memang belum dihibahkan oleh pemilik lahan untuk dijadikan jalan tani, karena masih status pribadi.
"Itu kan pematang tambak (empang) sebenarnya yang dijadikan jalan. Itu masih milik pribadi warga disana belum dihibahkan ke pemerintah," pungkasnya.













