KabarMakassar.com — Dalam rangka memastikan dan memperkuat pemahaman masyarakat terkait sanitasi aman, Director of Environment Office USAID Indonesia, Brian Dusza, didampingi oleh Deputy Director of ENV Office USAID Indonesia, Ryan Weddle, beserta tim melakukan kunjungan ke Kelurahan Mariso, Makassar, pada Kamis (24/10).
Kunjungan ini berfokus untuk meninjau dampak langsung dari proheks USAID Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene (USAID IUWASH Tangguh) di Kota Makassar yang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, khususnya dalam program penyaluran bantuan tangki septik individual.
Bantuan tangki septik ini merupakan bagian dari anggaran APBD 2023 yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan sanitasi yang aman. Program ini, selain memberikan fasilitas tangki septik, juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pemeliharaan sanitasi agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.
Melalui observasi langsung, Brian Dusza dan tim USAID melakukan diskusi dengan penerima bantuan dan kader masyarakat yang terlibat dalam pendampingan program sanitasi.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memahami betapa pentingnya pengelolaan sanitasi yang baik, terutama dalam penggunaan dan pemeliharaan tangki septik,” ujar Brian.
Ia juga menanyakan bagaimana perasaan warga atau kader penerima bantuan program tangki septic. Ia memastikan bahwa kader penerima bantuan merasa perubahan kenyamanan dalam kehidupan setelah mendapat bantuan.
“Semoga lebih nyaman setelah ada tangki septic,” singkatnya.
Salah satu penerima, Haniah Dg Kebo, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat membantu kenyamanan hidupnya, terutama karena dalam satu rumah terdapat dua kepala keluarga.
“Kini, lingkungan rumah kami jauh lebih nyaman setelah adanya tangki septik ini,” ungkap Haniah.
Pada kesempatan yang sama, Lurah Mariso, Hasmi Hasan, yang turut hadir dalam kunjungan ini, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar dan USAID atas dukungan dalam meningkatkan sanitasi di wilayahnya.
“Kami menerima 50 bantuan tangki septik pada tahun 2023, dan tahun 2024 direncanakan akan menerima 25 lagi. Proses penyalurannya ditujukan kepada warga tidak mampu yang memiliki lahan dan surat-surat sah,” jelas Hasmi.
Program ini juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat mengenai pemeliharaan tangki septik, sehingga warga tidak hanya menerima fasilitas, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan fungsinya.
“Kami diberi pemahaman tentang bagaimana tangki septik ini perlu dirawat secara berkala agar tidak terjadi masalah sanitasi di kemudian hari,” tambah Hasmi.
Untuk informasi, Program USAID IUWASH Tangguh ini merupakan bagian dari upaya Indonesia mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya tujuan 6 terkait akses air minum dan sanitasi aman yang berkelanjutan.
Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Indonesia berkomitmen untuk mencapai 15% akses air minum aman dan 15% akses sanitasi aman. Saat ini, berdasarkan data Susenas BPS 2023, capaian akses sanitasi aman baru mencapai 10,21%.
Melalui kunjungan ini, USAID berharap dapat memperoleh data yang lebih akurat mengenai efektivitas program serta tantangan yang masih perlu diatasi dalam implementasinya.
Program ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia dalam meningkatkan akses sanitasi dan air minum aman, di mana lebih dari 7,6 juta masyarakat Indonesia telah merasakan manfaat dari program-program yang didukung USAID selama lebih dari 15 tahun
Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dan memberikan edukasi sanitasi yang mendalam, program ini tidak hanya bertujuan memberikan akses sanitasi yang lebih baik, tetapi juga memastikan perubahan perilaku higienis yang berkelanjutan. Melalui promosi lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), USAID IUWASH Tangguh dan Dinas PU Makassar berupaya mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di bidang sanitasi dan pengelolaan air.














