KabarMakassar.com – Program pilah sampah Kota Makassar tak hanya menyasar rumah tangga, hotel dan perkantoran.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga membidik pilah sampah dilakukan oleh Siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menegah Pertama (SMP).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan guna memperkuat inovasi lingkungan di satuan pendidikan. Saat ini, terdapat 86 inovasi yang telah dicanangkan berkaitan dengan lingkungan pada jenjang SD dan SMP di Kota Makassar.
“Melalui penandatanganan kerja sama ini, kami berharap terbangun komitmen bersama antara bank sampah dengan sekolah, di mana sekolah menjadi tempat tumbuhnya budaya peduli lingkungan,” kata Achi.
Dia menjelaskan, komitmen tersebut sejalan dengan capaian sekolah-sekolah di Kota Makassar dalam program Adiwiyata.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Makassar, sebanyak 320 sekolah telah meraih predikat Adiwiyata dengan rincian 203 sekolah berstatus Adiwiyata Kota, 83 sekolah Adiwiyata Provinsi, 25 sekolah Adiwiyata Nasional, dan 9 sekolah Adiwiyata Mandiri.
Achi mengatakan, kerja sama antara sekolah dan bank sampah diarahkan untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini.
Ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai melalui kolaborasi tersebut, di antaranya membangun sinergi antara sekolah dan bank sampah, meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta membiasakan peserta didik memilah sampah sejak dini.
Selain itu, program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan dan pengelolaan sampah.
“Harapannya dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” harapnya.
Ia berharap sinergi antara sekolah, bank sampah, Dinas Lingkungan Hidup, Dewan Lingkungan, dan berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat sehingga gerakan peduli lingkungan menjadi bagian dari kehidupan satuan pendidikan.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk membangun sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendidik generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan,” tutup Achi.













