KabarMakassar.com — Pengibaran bendera merah putih berukuran raksasa kembali dikibarkan di kawasan Wisata Agrowisata Bontolojong, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Minggu, (17/8).
Kali ini, pengibaran bendera merah putih diatas puncak ketinggian 2.100 Mdpl ini dilakukan warga Desa Ujung Bulu bersama para pengunjung dengan membentangkan sang saka merah putih berukuran 80×5 meter.
Dalam kemeriahan ini, warga Desa Ujung Bulu dan pengunjung tampak antusias mengarak bendera ke atas Gunung lembah Bontolojong.
Namun sebelum bendera sang saka merah putih diarak mengitari kawasan agrowisata, para Warga bersama pengunjung terlebih dahulu melakukan upacara pengibaran bendera merah putih yang dipimpin secara langsung oleh Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur.
Puncak acara yang dibalut dalam kegiatan Camping Merdeka Jilid kelima ini sekaligus menandai detik-detik proklamasi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Setelah upacara dilakukan, Warga bersama para pengunjung kemudian bahu membahu mengarak bendera merah putih ke atas lembah Gunung Bontolojong.
Hebatnya lagi, pengibaran bendera merah putih tak hanya dilakukan peserta diatas ketinggian 2.100 Mdpl, namun, bendera ini juga diarak di atas puncak ketinggian 2.460 Mdpl, di Gunung Bulu Bialo.
Meski cuacanya cukup ektrim, tetapi, semangat nasionalisme dan patriotisme warga dan para pengunjung tetap membara di dada.
Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur mengatakan, pengibaran bendera merah putih berukuran 80×5 meter ini merupakan simbol Hari Kemerdekaan RI ke-80.
Melalui simbol ini, Kami ingin menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme warga terhadap bangsa Indonesia.
“Tentunya, sebagai bangsa Indonesia kita wajib menghargai perjuangan para pejuang-pejuang tanah air yang rela mengorbankan jiwa raganya demi terlepas dari tangan-tangan para penjajah tanah air,” jelasnya. Selasa, (19/8).
Meski begitu, Mansyur tak menampik jika kondisi kemerdekaan yang dialami ibu Pertiwi saat ini belum sepenuhnya merdeka.
Sebab, Ia menilai saat ini negara Indonesia masih terkekang dengan kepentingan-kepentingan elit tertentu sehingga kemiskinan masih merajalela, kesenjangan sosial masih terjadi, infrastruktur belum memadai.
Oleh karena itu, HUT RI ke-80 ini dapat menandai era baru menuju Negara Indonesia yang merdeka, sesuai dengan norma Pancasila yang dianut UU Dasar 1945. Khususnya, kegiatan kali ini mampu menjadi generasi emas yang kelak menjadi pengisi kemerdekaan menuju Indonesia Emas 2045.














