kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Peresmian Gereja Katedral Makassar, Munafri Sampaikan Pesan Toleransi

Peresmian Gereja Katedral Makassar, Munafri Sampaikan Pesan Toleransi
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar meresmikan Gereja Katedral Makassar (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar meresmikan Gereja Katedral Keuskupan Agung Makassar di Jalan Kajaolalido, Kamis (30/10) malam.

Peresmian itu dihadiri juga oleh, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Forkopimda, dan para tokoh lintas agama.

Di hadapan Menteri Agama RI dan para tokoh lintas agama serta keuskupan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menggaungkan semangat moderasi beragama sebagai ruh kehidupan bermasyarakat di Kota Makassar.

Kota yang ia pimpin dikenal sebagai ruang hidup yang kaya akan keberagaman budaya dan keyakinan, sebuah potret harmoni yang merefleksikan makna sejati Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat toleransi dan moderasi beragama di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Makassar.

Momentum peresmian ini bukan hanya bersejarah dari sisi arsitektur dan historikal, tetapi juga memiliki makna religius yang mendalam bagi umat Katolik dan seluruh warga Kota Makassar.

“Momentum ini bukan sekadar peresmian rumah ibadah yang bersejarah, tetapi juga simbol penguatan nilai-nilai keberagaman dan kebersamaan,” ujar Appi.

Menurutnya, Kota Makassar adalah salah satu kota terbesar di Indonesia bagian timur, tempat keberagaman hidup begitu kental.

“Kami ingin terus menjaga ini sebagai bukti bahwa Makassar adalah kota yang toleran, tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau warna kulit,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada umat Katolik dan agama lain di Makassar yang telah menghadirkan bangunan bersejarah ini, bukan hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempersatukan.

Lebih jauh, Appi mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar gereja sebagai wujud nyata dari kehidupan yang rukun dan inklusif.

“Kita tidak hanya memperhatikan apa yang ada di dalam Katedral, tetapi juga masyarakat di sekitarnya. Mari kita jadikan lingkungan ini sebagai contoh masyarakat majemuk yang hidup dalam perbedaan namun menyatu dalam kekuatan dan kasih Tuhan,” pesannya.

Appi juga menyebut, di Kota Makassar ini, ada dua larangan. Pertama, dilarang diet, karena makanan Makassar itu semuanya enak-enak. Kedua, dilarang pulang terlalu cepat.

“Pokoknya disini tidak boleh die apalagi pulang cepat, di kota ini, tamu harus menikmati semilir angin Mammiri dan indahnya sunset di Pantai Losari,” kelakar Appi.

error: Content is protected !!