KabarMakassar.com — Dinamika penyaluran BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari telah melandai. Kondisi tersebut terlihat setelah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Kota Kendari, Dinas Perhubungan, Forkopimda, dan aparat penegak hukum (APH) melakukan berbagai langkah untuk mengurai antrean sekaligus menjaga kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean di sejumlah SPBU yang sebelumnya cukup panjang mulai kembali kondusif, meski pada beberapa titik masih terlihat kepadatan yang didominasi kendaraan roda empat. Pertamina terus melakukan evaluasi dan penyesuaian pelayanan sesuai dengan kondisi di masing-masing SPBU. Dari sisi penyaluran, Pertamina juga terus mengoptimalkan pasokan Pertalite ke Kota Kendari.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan kondisi antrean yang mulai melandai merupakan hasil dari berbagai langkah yang dilakukan secara bersama-sama dan terus dievaluasi di lapangan.
“Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Kota Kendari mulai melandai. Pertamina terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga penyaluran tetap berjalan, mulai dari optimalisasi pasokan hingga penyesuaian jam operasional dan kapasitas pelayanan di SPBU. Langkah ini juga kami lakukan bersama pemerintah daerah dan APH agar kondisi di lapangan dapat semakin kondusif,” ujar Okky.
Menurut Okky, peningkatan kebutuhan Pertalite menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi antrean di sejumlah SPBU. Pertamina mencatat penyaluran Pertalite di Kendari pada September meningkat sekitar 19 persen dibandingkan rata-rata penyaluran Januari hingga Mei 2026.
Untuk merespons peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina melakukan sejumlah langkah di lapangan. Di antaranya menambah pasokan Pertalite di lembaga penyalur, melakukan penyesuaian jam operasional, serta menambah operator.
Pertamina juga menyiapkan rekonfigurasi SPBU melalui penambahan jalur pelayanan Pertalite di beberapa SPBU sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan. Selain itu, pemantauan dan pengawasan dilakukan bersama Forkopimda dan APH untuk memastikan penyaluran BBM Subsidi berjalan sesuai ketentuan.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan secara dinamis. Jika ada SPBU yang membutuhkan penyesuaian pelayanan, kami segera koordinasikan bersama pihak terkait. Pengawasan juga kami perkuat agar BBM Subsidi dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan proses pengisian berlangsung tertib,” jelas Okky.
Di tengah kondisi tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas dan tidak melakukan pengisian secara berlebihan agar pelayanan dapat diberikan secara merata.
Pertamina bersama Pemerintah Kota Kendari, Dinas Perhubungan, Forkopimda, dan APH akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi SPBU serta mengevaluasi langkah penanganan sesuai perkembangan di lapangan.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kendari, Dishub, Forkopimda, dan APH yang bersama-sama membantu menjaga kondisi di lapangan. Kami akan terus memastikan distribusi BBM berjalan dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan. Kami juga mengajak masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan bersama-sama menjaga ketertiban di SPBU,” tutup Okky.
Masyarakat dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.













