KabarMakassar.com — Jumlah warga terdampak banjir yang masih bertahan di lokasi pengungsian terus menurun.
Hingga Sabtu, (28/02) pukul 12.00 WITA, tercatat tersisa 126 kepala keluarga (KK) atau 433 jiwa yang masih mengungsi di delapan titik.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. Per 27 Februari 2026 pukul 21.30 WITA, jumlah pengungsi masih mencapai 311 KK atau 1.139 jiwa yang tersebar di 18 titik.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan kondisi ini menunjukkan air mulai surut di sejumlah wilayah.
“Alhamdulillah sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Saat ini tersisa 126 KK atau 433 jiwa di delapan titik pengungsian,” ujar Fadli melalui pesan WhatsApp.
Banjir dipicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang mengguyur Makassar sejak 24 Februari 2026. Berdasarkan prakiraan cuaca hingga 1 Maret 2026, potensi hujan masih perlu diwaspadai.
Di Kecamatan Manggala, pengungsi kini tersisa 69 KK atau 235 jiwa yang tersebar di enam titik aktif, antara lain Masjid Jabal Nur, Masjid Al Mukarramah, Masjid Ar Raid, Masjid Al Muttaqin, Posyandu Anyelir, dan Masjid Al Anwar.
“Sejumlah titik lain sudah dinyatakan kosong,” singkatnya.
Sementara di Kecamatan Biringkanayya, tepatnya di Kelurahan Katimbang, masih terdapat 57 KK atau 198 jiwa yang bertahan di dua lokasi yakni SDN Paccerakang dan Masjid Nurul Ikhlas Kodam III.
“Titik pengungsian di wilayah Paccerakkang dilaporkan telah nihil,” katanya.
BPBD Kota Makassar memastikan aktivitas tanggap darurat tetap berjalan, meliputi assessment, evakuasi warga terdampak, distribusi logistik, serta pendirian pos komando.
“Meski jumlah pengungsi menurun, kami tetap siaga penuh. Distribusi logistik dan pemantauan di lapangan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” tegas Fadli.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan dan segera melaporkan jika terjadi genangan atau luapan air baru di wilayah masing-masing.














