KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin terus mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai motor pertumbuhan kota.
Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pemberian subsidi event dengan total anggaran hingga Rp5 miliar setiap bulan, khusus untuk kegiatan yang memenuhi kriteria strategis Pemkot.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Appi nama karibnya, usai menyampaikan proyek ini di hadapan investor dan panelis dalam forum Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) di Hotel Novotel Grand Shayla, Senin (04/08).
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar intervensi anggaran, melainkan bentuk keseriusan pemerintah untuk menghadirkan Makassar sebagai destinasi utama event nasional dan internasional.
“Kami menyiapkan subsidi sekitar Rp5 miliar per bulan untuk mendukung berbagai event yang masuk ke Makassar. Tapi tentu tidak sembarangan. Event yang akan kami dukung adalah yang memenuhi kriteria dan punya dampak besar terhadap pergerakan ekonomi, promosi kota, serta penguatan UMKM lokal,” jelas Appi.
Subsidi tersebut, lanjut dia, tidak selalu diberikan dalam bentuk uang tunai. Pemerintah membuka berbagai bentuk dukungan, seperti fasilitas tempat gratis, pengurangan biaya retribusi, dukungan logistik, atau bahkan kemudahan akses lokasi dan perizinan.
“Bentuknya bisa bermacam-macam. Tidak hanya dana. Kadang kami beri lokasi, keringanan biaya, atau fasilitas pendukung lainnya. Yang penting, event itu memberi nilai tambah bagi kota dan masyarakat,” ujarnya.
Kebijakan ini dirancang sebagai bagian dari strategi jangka menengah Pemkot Makassar untuk menggerakkan ekonomi kawasan melalui event-driven economy, di mana perputaran uang selama kegiatan mampu menciptakan efek berganda di sektor transportasi, akomodasi, kuliner, dan ritel lokal.
Appi menegaskan bahwa Pemerintah Kota hadir bukan sebagai penyelenggara tunggal, melainkan sebagai mitra aktif yang bisa mengambil peran sebagai sponsor, penjamin lokasi, maupun fasilitator logistik.
“Kami tidak ingin mendominasi. Tapi kami hadir untuk menyokong. Jadi, bukan berarti semua event harus kami yang bikin. Tidak begitu. Justru kami ingin mendukung sebanyak-banyaknya inisiatif eksternal yang masuk, asal berdampak,” Pungkasnya.
