KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melakukan pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen untuk tahun anggaran 2025. Dari total alokasi sebelumnya, anggaran yang tersisa kini tinggal Rp15 miliar.
Kebijakan pemangkasan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran sesuai instruksi pemerintah pusat. Bupati Maros, Chaidir Syam, menjelaskan bahwa anggaran yang dipangkas akan dialihkan ke program-program prioritas yang lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Fokus utama pemangkasan adalah perjalanan dinas, pembelian alat tulis kantor (ATK), serta kegiatan seremonial yang masih bisa dialihkan ke tahun depan,” ujar Chaidir Syam dalam siaran persnya, Kamis (6/02).
Ia menegaskan, Pemkab Maros akan mengutamakan efisiensi terhadap kegiatan yang tidak mendesak. Perjalanan dinas yang dianggap penting, seperti undangan resmi yang memerlukan kehadiran langsung, masih akan dijalankan.
Namun, kegiatan yang dapat dilakukan secara daring, seperti melalui Zoom, diimbau tidak perlu dilakukan secara fisik.
Tak hanya itu, pengurangan anggaran juga menyasar pengadaan ATK. Dari sebelumnya Rp5 miliar, Pemkab akan menekan pengeluaran dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk mengurangi ketergantungan pada kertas.
“Kami juga akan mengalihkan sebagian besar seminar dan rapat ke platform daring guna menghemat biaya,” tambah Chaidir.
Meski dilakukan pemangkasan, Chaidir memastikan bahwa program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti sektor kesehatan dan sosial, tetap menjadi prioritas dan tidak akan terganggu.














