kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pejabat Pemprov Sulsel Ikut Berebut Jabatan Eselon II di Pemkot Makassar

Pejabat Pemprov Sulsel Ikut Berebut Jabatan Eselon II di Pemkot Makassar
Sekertaris Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, (Dok: Sint Kabar Makassar).

KabarMakassar.com — Lelang jabatan eselon II di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memasuki tahap krusial. Dari 33 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, empat di antaranya tercatat berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).

Keempat pejabat Pemprov Sulsel tersebut adalah Devy Khaddafi (Sekretaris BPBD Sulsel), Fahlevi Yusuf (Kepala Bidang Satpol PP Sulsel), Andi Yurnita (Kabid Tata Ruang Dinas PUTR Sulsel), serta Hermawan Irfan Abbas (Sekretaris BKD Sulsel).

Mereka akan bersaing bersama 29 peserta lain, mayoritas dari internal Pemkot Makassar, untuk memperebutkan sembilan kursi strategis kepala dinas maupun kepala badan.

Kepastian ini diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkot Makassar dalam surat bernomor 07/PANSEL-JPTP/VIII/2025, yang dirilis pada Kamis (21/08). Dari total 39 pendaftar, hanya 33 orang yang dinyatakan memenuhi syarat berkas.

“Peserta yang lolos administrasi ini berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni penulisan makalah,” jelas Ketua Pansel, Andi Zulkifly Nanda.

Menurut Zulkifly, proses seleksi terbuka ini dirancang untuk menjaring pejabat terbaik dengan rekam jejak dan kompetensi mumpuni. “Kompetisi ini menjadi ruang untuk memastikan OPD dipimpin oleh orang-orang berintegritas, berkapasitas, dan punya visi untuk mendukung pembangunan Kota Makassar,” tegasnya.

Selanjutnya, para peserta akan mengikuti tahapan penulisan makalah, asesmen, hingga wawancara akhir. Hasil final diharapkan rampung sebelum akhir September 2025, sehingga pejabat definitif bisa segera dilantik.

Dengan keterlibatan empat pejabat Pemprov Sulsel, persaingan diprediksi semakin sengit. Apalagi, posisi yang diperebutkan tidak hanya prestisius, tetapi juga berpengaruh besar terhadap arah kebijakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam masa pemerintahannya.

error: Content is protected !!