KabarMakassar.com -– Menindaklanjuti viralnya video perkelahian antar siswa, jajaran Polres Jeneponto segera turun ke lapangan untuk melakukan pembinaan dan penyuluhan di MTsN 1 Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, pada Kamis (11/12).
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh komponen sekolah ini bertujuan untuk memulihkan dan menciptakan kembali lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.
Pembinaan yang dimulai pukul 11.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Jeneponto, AKP M. Natsir, didampingi oleh Kapolsek Binamu AKP Sukhardi, dan Kaurbin Ops Reskrim IPDA Akrif, serta personel terkait.
Dari pihak sekolah, hadir Kepala Sekolah, seluruh guru, staf, hingga ratusan siswa-siswi MTsN 1 Jeneponto. Pendekatan pre-emptif ini dipilih Polres Jeneponto sebagai langkah tegas untuk memastikan peristiwa perkelahian tidak terulang kembali.
Dalam arahannya, Kasat Binmas AKP M. Natsir menyampaikan beberapa imbauan kunci kepada para siswa, yang berfokus pada kedisiplinan dan pencegahan perilaku negatif.
“Kami menghimbau agar sesama siswa saling menghormati dan menghargai untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekolah. Siswa juga harus patuh kepada guru dan taat pada aturan tata tertib,” himbau AKP Natsir.
Selain itu, Kasat Binmas secara khusus meminta para pelajar untuk menjauhi ancaman yang dapat merusak masa depan mereka. “Siswa-siswi agar menjauhi Narkoba, minuman keras, dan obat-obatan terlarang lainnya yang dapat merusak masa depan,” tambahnya.
Pesan penting juga datang dari pimpinan tertinggi kepolisian setempat. Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, melalui pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, menekankan posisi strategis para pelajar.
“Siswa-siswi adalah generasi penerus pejuang bangsa yang kelak akan menjadi harapan dalam membangun Indonesia, agar mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia,” ujar Kapolres, memberi motivasi sekaligus tanggung jawab besar kepada siswa.
Melalui pembinaan langsung ini, Polres Jeneponto berkomitmen penuh agar siswa-siswa MTsN 1 dapat tumbuh menjadi pelajar yang berkarakter, berdisiplin, dan memiliki ketahanan diri dari pengaruh pergaulan negatif. Langkah ini diharapkan menjadi yang pertama dan terakhir dalam mengatasi permasalahan perkelahian pelajar di sekolah tersebut.














