KABARBUGIS.ID — Peringati Hari Bahasa Ibu Internasional forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bekerjasama dengan Dit PMPK Kemendikbud ristek dan Balai Bahasa NTT menyelenggarakan Parade Dongeng Nusantara.
Kegiatan itu digelar secara virtual dan dibuka langsung oleh Koordinator Fungsi Keaksaraan dan Budaya Baca Kemendikbud ristek RI, Cecep Suryana, Senin (21/2).
Pada kegiatan tersebut, diikuti sekitar 11 pendongeng yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Dongeng atau cerita rakyat itu diterjemahkan dalam bahasa daerah masing-masing. Yakni diantaranya Cianjur (Jawa Barat), Kalten (Jawa Tengah), Pekanbaru (Riau), Sleman (Yogyakarta), Palu (Sulawesi Tengah), Kota Jayapura Papua.
Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Kita Tasikmalaya (Jawa Barat), Sinjai (Sulawesi Selatan), Kepulauan Riau serta Kabupaten Tanah Tidung (Kalimantan Utara).
Salah satu peserta, Founder Rumah Dongeng Sinjai (RDS), Yani Mirsal mengatakan Hari Bahasa Ibu Internasional merupakan peringatan untuk mengajak setiap orang demi menyadari pentingnya keragaman bahasa dan budaya.
Dirinya membawakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari Bone dengan judul Batu Mammana'e dalam bahasa melayu ini berarti Batu Beranak.
"Pada cerita rakyat tersebut mengandung beberapa pesan moral yang bisa dijadikan pelajaran," katanya.
Yani menambahkan salah satunya yakni sebagai seorang anak hendaknya meringankan beban orang tua jangan bermalas-malasan.
"Jangan bersikap angkuh dan jangan terlalu ikut campur urusan orang lain," ujarnya.
Hari Bahasa Ibu Internasional sendiri jatuh pada tanggal 21 Februari dinyatakan sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional oleh UNESCO pada tanggal 17 November 1999. (Satmaniar)













