KabarMakassar.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (28/9).
Forum lima tahunan ini menjadi ajang penting bagi PKS dalam menentukan arah organisasi, merumuskan strategi politik, serta melantik pengurus baru untuk periode 2025–2030.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pernyataan resmi Ketua Majelis Syura PKS, Mohamad Sohibul Iman. Di hadapan ribuan kader yang hadir dari seluruh penjuru tanah air, ia mengajak untuk menundukkan hati dan memohon keberkahan.
“Saudara-saudara sekalian peserta Munas VI PKS, marilah kita memohon kepada Allah SWT agar munas kita bisa diselenggarakan dengan baik dan menghasilkan hal-hal positif,” ujar Sohibul.
Ia lalu membuka Munas secara resmi dengan lafaz basmalah, yang disambut riuh tepuk tangan dan takbir para kader.
Usai pembukaan, Sohibul melantik jajaran Majelis Pertimbangan Partai (MPP), Dewan Pengurus Pusat (DPP), serta Dewan Syariah Pusat (DSP). Pelantikan ini disebut sebagai langkah awal memperkokoh struktur organisasi dari pusat hingga daerah. Sohibul menegaskan, soliditas internal menjadi kunci peran PKS di tengah masyarakat sekaligus memperkuat posisi politik di tingkat nasional.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa tema Munas VI, ‘Kokoh Bersama, Majukan Indonesia’, bukan sekadar slogan, melainkan ruh perjuangan lima tahun ke depan.
“Kokoh berarti PKS harus bisa mengakar kuat ke dalam, soliditas struktur. Kita berkomitmen mencetak kader-kader partai yang bersih, peduli, profesional, dan negarawan,” ungkap Kholid.
Ia menambahkan, kata ‘Bersama’ menegaskan perjuangan kolektif yang melibatkan kader, simpatisan, masyarakat sipil, hingga kaum muda. Sedangkan ‘Majukan Indonesia’ menandakan komitmen PKS sebagai bagian dari entitas politik yang siap menyukseskan pembangunan nasional sebagaimana cita-cita pendiri bangsa dalam Pembukaan UUD 1945.
Dalam pidatonya, Kholid juga mengutip pesan pendiri sekaligus guru PKS, K.H. Hilmi Aminuddin. “Beliau pernah mengatakan, partai ini bukan hanya milik segelintir orang tetapi milik umat dan bangsa. Kekuatan kita bukan karena ketokohan seorang individu, melainkan pada kekuatan kebersamaan, kesungguhan, dan pengorbanan kita bersama,” Pungkasnya.
Munas VI PKS dihadiri lebih dari seribu peserta yang terdiri dari unsur DPP, MPP, DSP, Fraksi PKS DPR RI dan MPR RI, DPTW, serta DPD PKS se-Indonesia. Agenda strategis, pengarahan pimpinan, hingga penyusunan visi lima tahun ke depan menjadi fokus utama.














