KabarMakassar.com — Dompet digital tak lagi sekadar alat pembayaran cepat. Di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, e-wallet mulai bertransformasi menjadi tempat menyimpan uang, menandai perubahan pola pengelolaan keuangan masyarakat di era digital.
Survei Jakpat menunjukkan dompet digital menjadi layanan fintech paling dominan di Indonesia sepanjang 2025 dengan tingkat penetrasi menembus lebih dari 90 persen di kalangan pengguna aplikasi keuangan digital.
Fenomena paling menonjol terlihat pada Gen Z. Sekitar satu dari dua responden dari kelompok usia ini mengaku menyimpan dana mereka di e-wallet, memperlihatkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap platform pembayaran digital untuk kebutuhan finansial sehari-hari.
Tak hanya sebagai “dompet” virtual, e-wallet kini digunakan untuk beragam transaksi. Aktivitas paling banyak dilakukan adalah transfer uang dengan persentase mencapai 71 persen. Sementara 52 persen responden memanfaatkan layanan tersebut untuk menyimpan saldo, dan 45 persen menggunakannya untuk transaksi pembayaran langsung.
Kebiasaan konsumsi digital juga ikut mendorong lonjakan penggunaan. Sebanyak 43 persen responden tercatat memakai e-wallet untuk membayar layanan pesan antar makanan, sementara sekitar 30 persen mengandalkannya untuk pembayaran transportasi.
Dominasi dompet digital ini memperlihatkan pergeseran perilaku finansial masyarakat Indonesia yang semakin mengarah pada ekosistem tanpa uang tunai. Jika sebelumnya rekening bank menjadi instrumen utama menyimpan dana, kini e-wallet mulai mengambil peran lebih besar, terutama di kalangan generasi muda yang akrab dengan transaksi serba instan.















