kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Lahan untuk Koperasi Merah Putih

Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Lahan untuk Koperasi Merah Putih
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mempercepat pendataan aset lahan milik pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, seperti gerai dan pergudangan.

Menurut Tito, program Kopdeskel merupakan bagian dari program strategis nasional yang dicanangkan Presiden, sehingga perlu mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan daerah.

“Itu sudah masuk visi-misi Beliau (Presiden) dan termasuk salah satu program strategis Quick Win Beliau,” jelasnya saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pendataan Lahan untuk Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Kopdeskel Merah Putih yang berlangsung secara virtual dari Ruang Sidang Utama Kantor Pusat Kemendagri, baru-baru ini.

Tito menegaskan pentingnya dukungan konkret dari kepala daerah untuk mempercepat proses pendataan tersebut. Ia meminta gubernur, bupati, dan wali kota menjadikan kegiatan ini sebagai prioritas, dengan melibatkan dinas terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Koperasi, serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Ia juga meminta Pemda aktif mengarahkan kepala desa dan perangkatnya untuk melakukan pendataan lahan pemerintah.

“Tolong diberikan arahan, baik rekan-rekan gubernur, terutama bupati dan wali kota, karena bupati dan wali kota adalah pejabat pembina kepegawaian kepala desa dan perangkatnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tito menyampaikan bahwa lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Kopdeskel Merah Putih harus memenuhi empat kriteria utama.

Kriteria itu meliputi status hukum yang jelas, luas minimal 1.000 meter persegi, berlokasi strategis dan mudah diakses masyarakat, serta berada di wilayah yang aman dan siap dibangun.

Kemendagri, kata Tito, telah membentuk satuan tugas (Satgas) percepatan pendataan lahan Kopdeskel Merah Putih yang terdiri atas empat tim untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia. Satgas tersebut akan bekerja bersama pihak terkait, termasuk TNI.

“Nanti kita akan melakukan evulasi seminggu sekali. Seminggu sekali, khusus kita membacakan nanti daerah-daerah mana saja yang sudah ada progres, mana yang tidak,” jelasnya.

Tito optimistis sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Pemda, dan pemerintah desa dapat mempercepat pendataan lahan untuk pembangunan Kopdeskel Merah Putih. Ia menilai program ini penting bagi penguatan pembangunan daerah dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Mohon dengan segala hormat, rekan-rekan kepala daerah, kita bergerak. Tapi ya enggak semua datang dengan seketika, semua harus melalui proses,” pungkasnya.

error: Content is protected !!